8.5 C
New York
Monday, April 12, 2021
Home Uncategorized Jasa Armada Indonesia Raih Laba Bersih Rp 90 Miliar

Jasa Armada Indonesia Raih Laba Bersih Rp 90 Miliar

Perolehan laba Jasa Armada didukung pengelolaan kapal yang mencapai 88 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 90 miliar sepanjang 2019 lalu. Capaian tersebut meningkat 24 persen dari Rp 73 miliar pada 2018 ditopang oleh jasa penundaan kapal.  

“Laba bersih naik karena kontribusi pendapatan layanan penundaan di pelabuhan umum serta jasa pengelolaan kapal yang mencapai 88 persen dari total pendapatan,” kata Direktur Keuangan dan SDM IPCM, Rizki Pribadi Hasan dalam keterangan pers, Sabtu (28/3).

Berdasarkan data IPCM, perseroan membukukan Pendapatan sebesar Rp 682 miliar. Dari Penundaan Kapal (Tugging), kontribusi pendapatan sebesar Rp 604 miliar. Sedangkan pendapatan dari jasa Pengelolaan Kapal sebesar Rp 56 miliar. 

Di samping itu, pendapatan IPCM juga dikontribusikan dari Jasa Pemanduan (Pilotage) sebesar Rp 20 miliar atau naik 49 persen dari Rp 14 miliar pada 2018. Selain itu, pendapatan jasa pelayanan pemanduan dan penundaan di luar wilayah IPC II juga meningkat dari Rp 25 miliar di 2018 menjadi Rp 70 miliar di 2019. 

Ke depannya, Rizki mengatakan IPCM akan terus menambah pendapatan berulang (recurring income). Perseroan juga akan menjadikan pendapatan di sektor Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) terus tumbuh berkelanjutan.

Pada 2019 IPCM mencatat peningkatan total aset sebesar 10,4 persen dari Rp 1,2 triliun menjadi Rp 1,3 triliun. Perseroan juga mencatat kenaikan Laba Per Saham (EPS) menjadi Rp 17,0 dari Rp 13,8 pada 2018. Sementara itu, marjin laba bersih 

(NPM) meningkat menjadi 13,2 persen dibandingkan 10,0 persen di tahun lalu. 

Direktur Utama IPCM, Chiefy Adi Kusmargono menyatakan perbaikan kinerja IPCM dicapai melalui program transformasi perusahaan yang mulai dijalankan secara intensif sejak pertengahan 2019. Dia menjelaskan beberapa inisiatif yang merupakan bagian dari program transformasi tersebut antara lain pengembangan produk dan jasa, serta penetrasi pasar yang telah ada maupun penambahan pasar baru.

“Di tengah kondisi yang menantang di 2019, IPCM mampu mempertahankan 

kontinuitas pendapatan kontrak jangka panjang pelayanan Pemanduan dan Penundaan di TUKS dan juga TERSUS,” kata Chiefy. 

Selain itu dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan, menurut Chiefy, IPCM juga berkolaborasi dengan induk perusahaan dan anak perusahaannya, BUMN, serta berbagai pihak swasta.

Most Popular

Inggris Buka Kembali Pertokoan

REPUBLIKA.CO.ID, BIRMINGHAM -- Sejumlah antrian tampak mengular di luar pertokoan di seluruh Inggris pada Senin (12/4). Warga Inggris berbondong-bondong keluar rumah setelah pemerintah mencabut lockdown nasional selama tiga bulan. Saat matahari terbit,...

Berhati-hatilah dengan Slot Online

Slot online, dengan disebut hanya secara mesin slot, dempak, mesin buah, slot atau apapun sebutannya, adalah mesin pertaruhan elektronik yang menghasilkan permainan...

4 Macam Doa Buka Puasa di Bulan Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menyambut Bulan Ramadhan harus dengan hati yang senang. Selain itu, jangan lupa saat menjalani ibadah puasa harus diawali niat berpuasa dan berbuka puasa. Namun, doa berbuka puasa...

Sejumlah Rumah Warga di Kabupaten Malang Rusak Akibat Gempa

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Sejumlah rumah warga di Kabupaten Malang dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,7 di wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa. Bahkan, kerusakan juga dilaporkan terjadi di...

Recent Comments