8.5 C
New York
Friday, September 4, 2020
Home Uncategorized Masker Bedah vs Kain, Mana dengan Lebih Efektif?

Masker Bedah vs Kain, Mana dengan Lebih Efektif?

Kedok langka membuat sebagian orang terpaksa pakai masker kain.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Masker langka membuat sebagian orang terpaksa memakai masker kain sebagai pelindung. Namun, menurut spesialis, penggunaan masker kain dianggap invalid efektif bila dibandingkan dengan kedok bedah.

Patuh penelitian, masker bedah tiga kali lebih efektif melindungi pemakainya dipadankan masker kain biasa. Sebab, filtrasi partikel debu atau virus kedok kain lebih rendah dibandingkan masker kain.

Dokter spesialis paru Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Erlina Burhan, mengungkap, masker kain bisa dipakai tetapi tidak seefektif masker bedah. Pasalnya, filtrasi partikelnya lebih rendah.

“Ini berdasarkan penelitian di UK yang meminta peserta memperhitungkan efektivitas masker apakah setelah memakai masker bisa merasakan bau zat-zat yang dipajankan kepadanya termasuk prospek kebocoran. Kesimpulannya penggunaan masker bedah tiga kali lebih efektif dibandingkan masker kain, ” ujarnya masa video conference bertema Protokol Memakai Masker di akun youtube Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Rabu (1/4).

Dia melanjutkan, masker tersebut tidak bisa sepenuhnya memproteksi semua partikel, termasuk droplet dan airborne . Menurutnya, 40 datang 90 persen partikel kecil mampu menembus masker jenis kain.

“Artinya masker kain menyimpan droplet partikel besar, bukan yang kecil, yaitu partikel ukuran 3 mikron bisa 10-60 persen. Jadi idealnya dikombinasikan dengan pelindung wajah serta tetap menjaga jarak 1 meter karena tidak bisa memproteksi, ” katanya.

Ia meminta masker kain bisa digunakan masyarakat yang sehat masa berada di tempat umum. Tetapi, ia tidak merekomendasikan masker itu tidak digunakan para tenaga medis.

Erlina menegaskan, kedok kain adalah pilihan terakhir untuk mencegah penularan virus apabila sudah tidak tersedia masker bedah. Tak hanya itu, masker kain mempunyai kelebihan, yakni bisa dipakai berulang kali tetapi dicuci dengan detergen dan air panas karena mampu mematikan virus.

Tengah, masker bedah bisa digunakan umum sakit yang mengalami flu, influenza, batuk, hingga nyeri tenggorokan. Masker ini juga seharusnya dipakai gaya kesehatan di fasilitas kesehatan.

Kemudian ketika masyarakat memasang masker bedah, ia meminta bangsa memakai masker dengan benar, yakni harus menutupi hidung serta nyinyir, kalau perlu sampai dagu. Mempunyai risiko kebocoran di bagian kiri dan kanan, maka masker cuma bisa digunakan sekali pakai.

“Apalagi kalau sudah jeblok maka masker jenis ini diganti, ” ujarnya.

Most Popular

Dorong Penyaluran KUR, BCA Gandeng BPR

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA-- PT Bank Central Asia Tbk bekerja sama dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kali tersebut, BCA melakukan perjanjian kerja setara channeling KUR...

Eijkman: Virus Covid-19 di Indonesia Mirip dengan di Asia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengatakan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 yang beredar di Indonesia memiliki kekerabatan erat dengan virus yang bersirkulasi di wilayah Asia....

Tips Pergi Keluar yang Aman Bersama Anak

REPUBLIKA.CO.ID, Berbulan-bulan di dalam rumah tentu membawa kejenuhan, khususnya bagi anak-anak. Di era new normal, mungkin tak ada salahnya sesekali keluar rumah bersama si kecil.Tapi ikuti tips ini saat...

Kiai Didin: Generasi Memakmurkan Masjid Dimuliakan Allah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendiri Pondok Pesantren Ulil Albab Bogor, Prof KH Didin Hafiduddin mengatakan, masjid adalah tempat yang paling mulia. Dalam hadits Rasulullah SAW juga bersabda, tempat yang paling baik...

Recent Comments