8.5 C
New York
Tuesday, June 2, 2020
Home Uncategorized Masker Bedah vs Kain, Mana dengan Lebih Efektif?

Masker Bedah vs Kain, Mana dengan Lebih Efektif?

Kedok langka membuat sebagian orang terpaksa pakai masker kain.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Masker langka membuat sebagian orang terpaksa memakai masker kain sebagai pelindung. Namun, menurut spesialis, penggunaan masker kain dianggap invalid efektif bila dibandingkan dengan kedok bedah.

Patuh penelitian, masker bedah tiga kali lebih efektif melindungi pemakainya dipadankan masker kain biasa. Sebab, filtrasi partikel debu atau virus kedok kain lebih rendah dibandingkan masker kain.

Dokter spesialis paru Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Erlina Burhan, mengungkap, masker kain bisa dipakai tetapi tidak seefektif masker bedah. Pasalnya, filtrasi partikelnya lebih rendah.

“Ini berdasarkan penelitian di UK yang meminta peserta memperhitungkan efektivitas masker apakah setelah memakai masker bisa merasakan bau zat-zat yang dipajankan kepadanya termasuk prospek kebocoran. Kesimpulannya penggunaan masker bedah tiga kali lebih efektif dibandingkan masker kain, ” ujarnya masa video conference bertema Protokol Memakai Masker di akun youtube Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Rabu (1/4).

Dia melanjutkan, masker tersebut tidak bisa sepenuhnya memproteksi semua partikel, termasuk droplet dan airborne . Menurutnya, 40 datang 90 persen partikel kecil mampu menembus masker jenis kain.

“Artinya masker kain menyimpan droplet partikel besar, bukan yang kecil, yaitu partikel ukuran 3 mikron bisa 10-60 persen. Jadi idealnya dikombinasikan dengan pelindung wajah serta tetap menjaga jarak 1 meter karena tidak bisa memproteksi, ” katanya.

Ia meminta masker kain bisa digunakan masyarakat yang sehat masa berada di tempat umum. Tetapi, ia tidak merekomendasikan masker itu tidak digunakan para tenaga medis.

Erlina menegaskan, kedok kain adalah pilihan terakhir untuk mencegah penularan virus apabila sudah tidak tersedia masker bedah. Tak hanya itu, masker kain mempunyai kelebihan, yakni bisa dipakai berulang kali tetapi dicuci dengan detergen dan air panas karena mampu mematikan virus.

Tengah, masker bedah bisa digunakan umum sakit yang mengalami flu, influenza, batuk, hingga nyeri tenggorokan. Masker ini juga seharusnya dipakai gaya kesehatan di fasilitas kesehatan.

Kemudian ketika masyarakat memasang masker bedah, ia meminta bangsa memakai masker dengan benar, yakni harus menutupi hidung serta nyinyir, kalau perlu sampai dagu. Mempunyai risiko kebocoran di bagian kiri dan kanan, maka masker cuma bisa digunakan sekali pakai.

“Apalagi kalau sudah jeblok maka masker jenis ini diganti, ” ujarnya.

Most Popular

Itu Tanggapan Mahfud MD Soal Pembicaraan Pemberhentian Presiden

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD angkat bahana terkait diskusi di universitas Gajah Mada dengan topik pemberhentian presiden. Menurutnya, diskusi tentang pemberhentian...

New Normal, 200 Ribu Mahasiswa hendak Kembali ke Kota Yogya

REPUBLIKA. CO. ID, YOGYAKARTA -- Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, sekitar 200 ribu mahasiswa dari luar daerah yang akan kembali ke Tanah air Yogyakarta saat New Normal...

16 ABK dari Madrid Reaktif Covid-19

REPUBLIKA. CO. ID, TANGERANG – Sebanyak 16 anak buah pesawat (ABK) dari  Kota Madrid, Spanyol terbukti reaktif Covid-19, setelah dikerjakan rapid test. Diketahui sekitar 467 ABK dari Madrid berkebangsaan Indonesia mendarat...

Pengesahan Bermutu, Pendidikan Bermutu

REPUBLIKA. CO. ID,     Oleh  Tatang Sunendar* Slogan "akreditasi bermutu, pendidikan bermutu" merupakan komitmen Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M). Menjadi kesadaran terdalam seluruh pimpinan di tingkat pusat hingga provinsi dan kabupaten kota. Terpampang di  player  maupun...

Recent Comments