8.5 C
New York
Friday, September 4, 2020
Home Uncategorized Trump: Pekan Depan akan Ada Banyak yang Meninggal di AS

Trump: Pekan Depan akan Ada Banyak yang Meninggal di AS

Donald Trump menyebut pada dua pekan akan ada banyak yang meninggal di AS

REPUBLIKA. CO. ID, WASHINGTON – Presiden Donald Trump meminta masyarakat di Amerika Serikat (AS) bersiap-siap menghadapi lonjakan total kematian dalam beberapa hari kelak. Kini negara tengah itu bertemu masa penyebaran wabah virus corona, yang ia sebut sebagai dua pekan yang paling berat.

“Akan banyak orang yang meninggal, ” kata Trump era memberikan pemaparan kepada para wartawan.

Jumlah kasus Covid-19 di Amerika Serikat saat itu merupakan yang terbesar di negeri. Lebih dari 306 ribu orang di AS telah dinyatakan positif mengidap Covid-19 dan sudah 8. 300 orang kehilangan nyawa akibat virus tersebut menurut penghitungan Reuters.

Para pakar medis di kantor kepresidenan Gedung Putih telah memperkirakan bahwa pandemi itu bisa membunuh antara 100 seperseribu hingga 240 ribu penduduk Amerika. Bahkan jika perintah untuk berkecukupan di rumah dipatuhi masyarakat. “Kita akan tiba pada masa yang akan sangat mengerikan, ” kata pendahuluan Trump di Gedung Putih.

“Kita mungkin tidak sudah melihat jumlah seperti ini. Mungkin selama perang, saat Perang Dunia Pertama atau Kedua atau seperti itu, ” lanjutnya.

Di New York City, total kematian akibat Covid-19 tercatat lebih dari seperempat angka korban nyawa di seluruh AS, menurut pem Johns Hopkins University. Rumah sakit-rumah sakit dan rumah duka di kota itu bergelut untuk menghantam para pasien yang berada dalam keadaan kritis serta memakamkan mereka yang meninggal.

Karena bisa menghadapi risiko tertular, banyak orang yang keluarganya sakit parah di New York City belakangan tidak bisa menemui rang orang-orang terkasih pada akhir hayat mereka. New York merupakan negara bagian di AS yang paling parah terdampak wabah tersebut.

Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan pada Sabtu (4/4) bahwa penyakit-penyakit terkait virus corona sudah membunuh 630 orang dalam 24 jam di negara bagian tersebut. Covid-19, kata Cuomo saat konvensi pers, sejauh ini telah menimbulkan 3. 565 orang di New York meninggal. Keadaan paling menghawatirkan terlihat di Long Island, pada timur New York City.

Cuomo mengatakan di Long Island penularan kasus virus corona seperti penyebaran api. “Kita belum berada di puncak, Kita semakin dekat. Menurut perkiraan kami, kita berada dalam kisaran tujuh hari, ” kata Cuomo.

“Baru 30 hari sejak kasus pertama kita muncul rasanya seolah-olah seumur hidup, ” ujarnya.

Most Popular

Dorong Penyaluran KUR, BCA Gandeng BPR

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA-- PT Bank Central Asia Tbk bekerja sama dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kali tersebut, BCA melakukan perjanjian kerja setara channeling KUR...

Eijkman: Virus Covid-19 di Indonesia Mirip dengan di Asia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengatakan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 yang beredar di Indonesia memiliki kekerabatan erat dengan virus yang bersirkulasi di wilayah Asia....

Tips Pergi Keluar yang Aman Bersama Anak

REPUBLIKA.CO.ID, Berbulan-bulan di dalam rumah tentu membawa kejenuhan, khususnya bagi anak-anak. Di era new normal, mungkin tak ada salahnya sesekali keluar rumah bersama si kecil.Tapi ikuti tips ini saat...

Kiai Didin: Generasi Memakmurkan Masjid Dimuliakan Allah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendiri Pondok Pesantren Ulil Albab Bogor, Prof KH Didin Hafiduddin mengatakan, masjid adalah tempat yang paling mulia. Dalam hadits Rasulullah SAW juga bersabda, tempat yang paling baik...

Recent Comments