8.5 C
New York
Friday, September 4, 2020
Home Uncategorized BPBD Sulteng: Waspadai Cuaca Ekstrem

BPBD Sulteng: Waspadai Cuaca Ekstrem

BPBD mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi bencana alam saat iklim ekstrem.

REPUBLIKA. CO. ID, PALU — Pranata Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Sulawesi Tengah mengingatkan kembali klub di daerah itu untuk langgeng waspada mengantisipasi kemungkinan terjadinya bahaya alam. Itu mengingat kondisi cuaca mulai esktrem di sejumlah daerah.

“Bencana alam banjir di Kecamatan Kulawi perlu mendapat perhatian masyarakat, meski tidak separah banjir yang terjadi beberapa zaman lalu di sejumlah daerah di Sulteng, tetapi perlu disikapi secara serius, ” kata Kepala BPBD Sulteng Bartholomeus Tandigala di Palu, Selasa (7/4).

Ia mengatakan beberapa wilayah di Sulteng dalam beberapa hari terakhir ini diguyur hujan deras dan selain di Kabupaten Sigi, juga bencana alam yang sama terjadi di Kabupaten Morowali Utara.

Baik Sigi maupun Morowali, kata dia, sama-sama termasuk daerah yang selama ini rawan musibah banjir dan longsor. Apalagi Kabupaten Sigi, seringkali diterjang banjir karena memang kondisi wilayahnya sangat memungkinkan terjadi bencana alam tersebut, sebab banyak sungai dan tanah labil.

Kabupaten Sigi beberapa kali di porak-porandakan bencana alam banjir bandang dan paling parah terjadi di Kecamatan Dolo Selatan dan Gumbasa pada April dan Mei 2019.

Ratusan rumah warga terkubur lumpur dan pasir di Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan. Juga prasana jalan dan jembatan rusak total. Bahkan poros jalan Palu-Kulawi sempat terputus total beberapa hari karena diterjang banjir bandang.

Banjir terakhir kali yang baru saja terjadi di Kecamatan Kulawi Desa Sungku dan Ueeoni pada Senin (6/4), meski tidak ada korban jiwa maupun rumah yang rusak, tetapi perlu mendapat perhatian kita semua.

Karena itu, Bartholomeus mengimbau seluruh jajaran BPBD di kabupaten/kota di Sulteng dan masyarakat yang tinggal di dekat aliran sungai maupun perbukitan agar tetap waspada dan siaga.

Dia mengatakan kondisi cuaca di beberapa daerah, termasuk di Sulteng dalam beberapa hari terakhir ini banyak hujan yang juga disertai tiupan angin kencang sehingga sangat memungkinkan terjadinya bencana alam longsor dan banjir.

“Kalau boleh warga yang tinggal di dekat sungai dan perbukitan jika hendak tidur, harus ada satu yang berjaga-jaga, ” pintanya.

Hal itu sebagai salah satu antisipasi jika terjadi bencana alam, maka tentu bisa segera menghindar dan menyelamatkan diri. Soal logistik bahan makanan dan juga peralatan mitigasi bencana lainnya cukup aman.

sumber: Antara

Most Popular

Dorong Penyaluran KUR, BCA Gandeng BPR

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA-- PT Bank Central Asia Tbk bekerja sama dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kali tersebut, BCA melakukan perjanjian kerja setara channeling KUR...

Eijkman: Virus Covid-19 di Indonesia Mirip dengan di Asia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengatakan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 yang beredar di Indonesia memiliki kekerabatan erat dengan virus yang bersirkulasi di wilayah Asia....

Tips Pergi Keluar yang Aman Bersama Anak

REPUBLIKA.CO.ID, Berbulan-bulan di dalam rumah tentu membawa kejenuhan, khususnya bagi anak-anak. Di era new normal, mungkin tak ada salahnya sesekali keluar rumah bersama si kecil.Tapi ikuti tips ini saat...

Kiai Didin: Generasi Memakmurkan Masjid Dimuliakan Allah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendiri Pondok Pesantren Ulil Albab Bogor, Prof KH Didin Hafiduddin mengatakan, masjid adalah tempat yang paling mulia. Dalam hadits Rasulullah SAW juga bersabda, tempat yang paling baik...

Recent Comments