8.5 C
New York
Friday, September 4, 2020
Home Uncategorized Lemasa: Masyarakat Papua Sangat Khawatir Penyaluran Covid

Lemasa: Masyarakat Papua Sangat Khawatir Penyaluran Covid

Kekhawatiran warga Papua terkait Covid-19 karena jumlahnya terus meningkat.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Masyarakat Papua amat khawatir akan penyebaran Covid-19 di Tanah Cenderawasih. Kekhawatiran semakin menjadi karena sarana kesehatan yang ada di Papua belum memadai.

Karena itu, pemerintah daerah setempat diminta buat lebih gencar memberikan pemahaman bakal bahaya Covid-19 ke masyarakatnya.

“Kekhawatiran warga Papua terkait Covid-19

NAMA TOKOH

hingga hari ini sangat menghawatirkan karena jumlahnya yang terus meningkat, ” ujar Ketua Lembaga Perhimpunan Adat Suku Amungme (Lemasa), Odizeus Beanal, kepada Republika , Kamis (16/4).

Adam yang kerap disapa Odi tersebut mengatakan, rumah sakit di Papua pada umumnya belum memadai. Karena itu, dia sangat berharap, umum Papua diberikan pemahaman dan sosialisasi yang tepat oleh pemerintah kawasan setempat agar selalu waspada bakal Covid-19.

“Agar selalu waspada karena Covid-19 adalah virus yang sangat kritis dan tidak boleh dianggap remeh oleh masyarakat, ” kata dia.

Covid-19 menyerang saluran pernapasan dan paru-paru yang dijangkitinya dan dapat dengan mudah-mudahan menyebar. Karena itu, pembatasan fisik amat diperlukan.

Odi meminta, masyarakat Papua untuk berdiam diri di rumah untuk membantu pencegahan penularan yang lebih murni lagi di kemudian hari. “Jika ada kebutuhan yang emergency bisa keluar rumah, namun harus memakai masker dan sarung tangan agar tetap terhindar. Biasakan hidup bugar dengan mencuci tangan dan tidak kontak langsung dengan pasien dengan positif corona, ” tuturnya.

Berdasarkan data belakang, warga Papua yang positif terpapar Covid-19 bertambah tujuh orang. Sehingga total pasien Corona menjadi 75 orang.

Jubir Satgas Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Papua dr Silwanus Sumule mengatakan, pada Rabu malam, penambahan warga yang positif terjadi di Merauke dan Jayapura masing-masing besar kasus dan penambahan tiga urusan terjadi di Kabupaten Jayapura.

Dari 75 orang yang positif tercatat 53 orang dirawat di berbagai sendi sakit di lima kota yakni Jayapura, Sentani, Merauke, Timika serta Merauke. Jumlah orang di dalam pemantauan (ODP) sebanyak 3. 423 orang dan jumlah orang pada pengawasan (PDP) 98 orang.

“Warga yang saat ini dinyatakan positif itu kondisinya sakit ringan hingga sedang serta tidak ada yang menggunakan jalan bantu pernapasan, ” ujar Sumule.

Dr Sumule yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinkes Papua mengakui, awak diperiksa melalui rapid test tentu belum tentu terpapar karena harus diulang melalui PCR. Sebab itu, pihaknya berharap, masyarakat tidak perlu takut untuk menjalani penjagaan dan tetap mengikuti anjuran negeri yakni tidak berkumpul dan keluar rumah bila tidak penting

“Selalu menjaga kejernihan dengan menggunakan masker dan cuci tangan, ” kata dr Sumule.

Most Popular

Dorong Penyaluran KUR, BCA Gandeng BPR

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA-- PT Bank Central Asia Tbk bekerja sama dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kali tersebut, BCA melakukan perjanjian kerja setara channeling KUR...

Eijkman: Virus Covid-19 di Indonesia Mirip dengan di Asia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengatakan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 yang beredar di Indonesia memiliki kekerabatan erat dengan virus yang bersirkulasi di wilayah Asia....

Tips Pergi Keluar yang Aman Bersama Anak

REPUBLIKA.CO.ID, Berbulan-bulan di dalam rumah tentu membawa kejenuhan, khususnya bagi anak-anak. Di era new normal, mungkin tak ada salahnya sesekali keluar rumah bersama si kecil.Tapi ikuti tips ini saat...

Kiai Didin: Generasi Memakmurkan Masjid Dimuliakan Allah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendiri Pondok Pesantren Ulil Albab Bogor, Prof KH Didin Hafiduddin mengatakan, masjid adalah tempat yang paling mulia. Dalam hadits Rasulullah SAW juga bersabda, tempat yang paling baik...

Recent Comments