8.5 C
New York
Sunday, May 31, 2020
Home Uncategorized PW Muhammadiyah Jatim Dukung PSBB dalam Surabaya Raya

PW Muhammadiyah Jatim Dukung PSBB dalam Surabaya Raya

Muhammadiyah Jatim menilai PSBB upaya buat cegah Covid-19.

REPUBLIKA. CO. ID, SURABAYA – Pengurus Wilayah Muhammadiyah mendukung agenda penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya, Sidoarjo, serta Gresik.

Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur, Saad Ibrahim, hal serupa sudah bertambah dahulu diterapkan di Jakarta serta sekitarnya, karena dianggap langkah menyesatkan tepat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kalau kemudian pemerintah mengadakan PSBB untuk tiga daerah itu, Muhammadiyah secara segala kebijakan yang berdampak positif bagi bangsa pasti akan mengangkat, ” kata Saad dikonfirmasi Selasa (21/4).

Walaupun, prawacana Saad, nantinya penerapan PSBB hendak berdampak pada sepinya masjid-masjid, tidak terkecuali saat memasuki Ramadhan.

Saad meminta umat Muslim memahami situasi yang ada. Dia pun mengingatkan, beragama tidak cukup dengan semangat tinggi, tapi juga harus dengan ilmu.

“Di Saudi saja sudah semacam itu, haji yang hanya sekali di dalam setahun bisa saja tidak ada dan ulama besar di Saudi sudah menggariskan seperti itu, ” ujar Saad.

Patuh Saad dalam situasi seperti ini, akan lebih baik ibadah secara tekun di rumah. Karena, introduksi dia, akan sangat sulit mengawasi semua jamaah yang beribadah dalam masjid, apakah mereka dalam status sehat serta tidak membawa virus, atau malah sebaliknya.

“Kaidahnya setiap orang pada dasarnya sehat sampai terbukti sakit setelah dicek dokter. Tapi pada status seperti ini, semua orang dianggap sakit semua membawa virus datang terbukti semua sehat setelah dicek dokter, ” kata Saad.

Saad melanjutkan, ada wilayah yang beralasan dan mereka sedang berada di daerah yang menghunjam dalam zona hijau, karena jauh dari pusat Kota Surabaya.

Meski demikian, dia mengajak masyarakat belajar pada penularan Covid-19 dari Wuhan, China, ke Italia. Meski jarak kedua negara sangat jauh, tetapi virus corona tetap bisa sampai juga.

Khusus untuk kegiatan ekonomi, Saad meminta masyarakat untuk tidak bingung dengan penerapan PSBB, karena saat ini jual beli bisa dikerjakan secara daring.

Muhammadiyah, kata dia, dengan Pemerintah tercatat Nahdlatul Ulama, sudah satu kadar terkait penerapan PSBB ini.

“Termasuk untuk bahan sasaran bisa dikirim. PSBB ini mau lebih efektif daripada tanpa PSBB. Walaupun tidak mungkin memang betul-betul tinggal di rumah, kecuali seluruh kebutuhan benar-benar sudah terpenuhi, ” kata Saad.

Most Popular

New Normal, 200 Ribu Mahasiswa hendak Kembali ke Kota Yogya

REPUBLIKA. CO. ID, YOGYAKARTA -- Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, sekitar 200 ribu mahasiswa dari luar daerah yang akan kembali ke Tanah air Yogyakarta saat New Normal...

16 ABK dari Madrid Reaktif Covid-19

REPUBLIKA. CO. ID, TANGERANG – Sebanyak 16 anak buah pesawat (ABK) dari  Kota Madrid, Spanyol terbukti reaktif Covid-19, setelah dikerjakan rapid test. Diketahui sekitar 467 ABK dari Madrid berkebangsaan Indonesia mendarat...

Pengesahan Bermutu, Pendidikan Bermutu

REPUBLIKA. CO. ID,     Oleh  Tatang Sunendar* Slogan "akreditasi bermutu, pendidikan bermutu" merupakan komitmen Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M). Menjadi kesadaran terdalam seluruh pimpinan di tingkat pusat hingga provinsi dan kabupaten kota. Terpampang di  player  maupun...

Apindo: Butuh Waktu Dua Bulan Adaptasi dengan New Normal

REPUBLIKA. CO. ID, SOLO -- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Surakarta menyambut cara wacana new normal atau biasa baru yang disiapkan oleh negeri pusat dalam rangka menghadapi pandemi Covid-19. Namun, menurut Apindo,...

Recent Comments