8.5 C
New York
Sunday, May 31, 2020
Home Uncategorized Sinden Bule Turut Kehilangan atas Kematian Didi Kempot

Sinden Bule Turut Kehilangan atas Kematian Didi Kempot

Sinden asal AS ungkap duka citanya atas meninggalnya maestro campursari Didi Kempot.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA – Kepergian musisi legendaris campursari Didi Kempot tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga, namun juga bagi rekan musisi. Salah satu musisi yang sangat kehilangan adalah pesinden asal Amerika Serikat (AS) bertanda Megan Colleen O’Donoghue.

Dalam unggahan IGTV di akun Instagram -nya @meganodonoghuemusic, Megan menyanyikan lagu milik Sang Godfather of Broken Heart berjudul “Sewu Kutho”. Lagu ini adalah satu diantara lagu karya Didi Kempot dari album emas yang dirilis pada 2015, berkisah tentang seseorang yang ditinggal kekasihnya.

Lagu “Sewu Kutho” kian merebak menggundahkan ketika ditembangkan dengan perarakan piano.

“Assalamu’aikum, innalilahi, teman baikku telah kembali kepada Sang Pencipta dan aku ingin menyanyikan lagu ini untuk dia, ” demikian kata Megan pra memulai bernyanyi.

Dalam kesempatan itu, Megan juga berdoa supaya almarhum Didi Kempot bisa sepi di sisi Sang Pencipta. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya betul mengagumi dan mengasihi maestro campursari tersebut.

“Jujur, ego tidak ingin berbohong, aku mau selalu menyayangimu, ” kata Megan yang cukup fasih berbahasa Nusantara tersebut.

Megan adalah lulusan Cornish College of The Arts di Seattle, Washington, GANDAR pada tahun 2008. Setelah lolos, dirinya memutuskan untuk mengikuti agenda Darmasiswa yang diinisiasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Program ini menawarkan beasiswa semasa satu tahun kepada warga negara asing untuk mempelajari kebudayaan Nusantara. Kala itu, Megan memilih mengkaji ilmu karawitan di Institut Kecil Surakarta (ISI) di Solo, Jawa Tengah. Sejak mengikuti program itulah debut Megan sebagai sinden dimulai.

Didi Kempot mengembuskan napas terakhir pada Selasa (5/5) pukul 07. 30 WIB di RS Kasih Ibu di Solo. Menurut dokter, musisi yang sudah menciptakan 155 lagu tersebut wafat lantaran henti jantung.

Most Popular

New Normal, 200 Ribu Mahasiswa hendak Kembali ke Kota Yogya

REPUBLIKA. CO. ID, YOGYAKARTA -- Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, sekitar 200 ribu mahasiswa dari luar daerah yang akan kembali ke Tanah air Yogyakarta saat New Normal...

16 ABK dari Madrid Reaktif Covid-19

REPUBLIKA. CO. ID, TANGERANG – Sebanyak 16 anak buah pesawat (ABK) dari  Kota Madrid, Spanyol terbukti reaktif Covid-19, setelah dikerjakan rapid test. Diketahui sekitar 467 ABK dari Madrid berkebangsaan Indonesia mendarat...

Pengesahan Bermutu, Pendidikan Bermutu

REPUBLIKA. CO. ID,     Oleh  Tatang Sunendar* Slogan "akreditasi bermutu, pendidikan bermutu" merupakan komitmen Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M). Menjadi kesadaran terdalam seluruh pimpinan di tingkat pusat hingga provinsi dan kabupaten kota. Terpampang di  player  maupun...

Apindo: Butuh Waktu Dua Bulan Adaptasi dengan New Normal

REPUBLIKA. CO. ID, SOLO -- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Surakarta menyambut cara wacana new normal atau biasa baru yang disiapkan oleh negeri pusat dalam rangka menghadapi pandemi Covid-19. Namun, menurut Apindo,...

Recent Comments