8.5 C
New York
Sunday, May 31, 2020
Home Uncategorized Limbah Popok Dapat Dimanfaatkan untuk Corong Peredam Suara

Limbah Popok Dapat Dimanfaatkan untuk Corong Peredam Suara

Pendidik UNS manfaatkan limbah popok buat alat peredam suara ruangan.

REPUBLIKA. CO. ID, SURAKARTA — Dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Prabang Setyono berhasil memanfaatkan limbah popok sekali pakai sebagai alat peredam suara dalam ruangan.

“Popok sekali pakai itu dipilih karena memenuhi kriteria sasaran baku peredam suara atau panel akustik, salah satunya karena momok sekali pakai berbentuk serabut-serabut, ” kata Dosen Ilmu Lingkungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS ini di Solo, Selasa (12/5).

Selain itu, katanya, momok ini memiliki celah pada bubuk-bubuk di dalamnya yang tersusun secara bertumpuk. Dengan serupa itu, menurut dia, gelombang suara mau lebih mudah diredam atau diresapkan apabila celahnya bertumpuk-tumpuk.

“Celah yang bertumpuk ini lebih efektif daripada dengan datar, ” katanya.

Meski demikian, lanjutnya, popok yang fungsi utamanya buat menampung kotoran tentu setelah dipakai akan mengandung bakteri dan beraneka macam kuman bawaan dari hasil ekskresi tubuh.

“Dengan demikian pasti menimbulkan aroma tidak sedap. Oleh karena itu, dalam proses pembuatannya harus terlebih dahulu dilakukan disinfektan dengan larutan clorin, kemudian dikeringkan di kolong sinar matahari supaya mikroba infeksinya hilang, ” katanya.

Selain itu, dengan estetika penggunaan popok bekas memakai ini akan terlihat kurang rapi. Dengan demikian, ia juga menunggangi kertas daur ulang yang lazim digunakan sebagai tempat menyimpan telur sebagai wadah dari popok itu.

“Jadi, kertas ini dijadikan sebagai luaran. Bentuknya kan berlekuk-lekuk, ini sangat bagus untuk meredam suara. Selain itu, secara estetikanya juga molek, tetapi karena ini masih arketipe jadi belum terlalu rapi pengemasannya, ” katanya.

Sementara itu, penelitian tersebut dilakukan selama delapan bulan tepatnya pada tahun 2018. Dipilihnya limbah popok sekali pakai menjadi teknologi tepat guna dan bernilai ekonomi lebih tinggi.

Ia mengaku resah secara keberadaan limbah tersebut yang suram terurai dan jumlahnya sangat luhur di Indonesia.

“Selain itu, saya selalu melihat pola kebiasaan impor peredam suara atau panel akustik berbahan ‘glasswool’ di Indonesia yang mempunyai harga cukup mahal, ” katanya.

Ingat akan kebutuhan strategi industri bakal produk tersebut, ia menggandeng rekan lain dari Teknik Industri buat menyusun strategi pemasaran yang bertemu dengan kebutuhan industri hingga sampai ke hilir.

“Saya juga berencana menyelenggarakan penelitian payung bersama mahasiswa untuk terus mengembangkan produk ini. Era ini kami masih dalam tahap sosialisasi prototipe dan pengajuan proposal pendanaan penelitian lebih lanjut. Kami sangat berharap segera difabrikasi dan dapat sampai ke hilir, jadi bermanfaat bagi masyarakat dalam rasio besar, setidaknya untuk memenuhi keinginan dalam negeri dulu, ” katanya.

sumber: Antara

Most Popular

New Normal, 200 Ribu Mahasiswa hendak Kembali ke Kota Yogya

REPUBLIKA. CO. ID, YOGYAKARTA -- Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, sekitar 200 ribu mahasiswa dari luar daerah yang akan kembali ke Tanah air Yogyakarta saat New Normal...

16 ABK dari Madrid Reaktif Covid-19

REPUBLIKA. CO. ID, TANGERANG – Sebanyak 16 anak buah pesawat (ABK) dari  Kota Madrid, Spanyol terbukti reaktif Covid-19, setelah dikerjakan rapid test. Diketahui sekitar 467 ABK dari Madrid berkebangsaan Indonesia mendarat...

Pengesahan Bermutu, Pendidikan Bermutu

REPUBLIKA. CO. ID,     Oleh  Tatang Sunendar* Slogan "akreditasi bermutu, pendidikan bermutu" merupakan komitmen Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M). Menjadi kesadaran terdalam seluruh pimpinan di tingkat pusat hingga provinsi dan kabupaten kota. Terpampang di  player  maupun...

Apindo: Butuh Waktu Dua Bulan Adaptasi dengan New Normal

REPUBLIKA. CO. ID, SOLO -- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Surakarta menyambut cara wacana new normal atau biasa baru yang disiapkan oleh negeri pusat dalam rangka menghadapi pandemi Covid-19. Namun, menurut Apindo,...

Recent Comments