8.5 C
New York
Tuesday, June 2, 2020
Home Uncategorized Tanjungpinang Batasi Sholat Idul Fitri Berjamaah di Masjid

Tanjungpinang Batasi Sholat Idul Fitri Berjamaah di Masjid

REPUBLIKA. CO. ID, TANJUNGPINANG— Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mengeluarkan surat keputusan buat membatasi masyarakat melaksanakan sholat Jumat dan sholat Id terutama dalam daerah yang berstatus sebagai zona merah dan zona kuning untuk mencegah penularan Covid-19.

Pengelola Tugas Gubernur Kepri Isdianto di dalam Surat Nomor: 37/SET-GTC19/V/2020 yang diterima Antara di Tanjungpinang Jumat menguatkan Sholat Jumat dan Sholat Id di daerah zona merah serta zona kuning dilaksanakan di rumah untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 MENODAI menetapkan Batam dan Tanjungpinang berkedudukan sebagai zona merah, sedangkan Karimun zona kuning.

Sementara Bintan, Lingga, Kepulauan Anambas dan Natuna masuk daerah hijau. Pelaksanaan sholat Id di dalam kabupaten/kota yang berstatus zona hijau pun dilakukan dengan tetap menanggapi protokol kesehatan antara lain penyeliaan suhu tubuh jamaah, menggunakan kedok, menyediakan sabun cuci tangan, mendatangkan sajadah masing-masing, tidak berjabat lengah dan berpelukan. “Dan tetap membentengi jarak, ” kata Isdianto dengan juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepri.

Surat yang diperuntukkan kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 kabupaten dan tanah air di Kepri itu diteken di dalam 15 Mei 2020 menyusul tausiah MUI terkait panduan penyelenggaraan sholat Jumat, Tarawih dan sholat Id, 13 Mei 2020.

MUI menyatakan sholat Idul Fitri boleh dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang, masjid, mushala, atau tempat lain bagi umat Islam yang beruang di kawasan yang sudah terkendali bilamana 1 Syawal 1441 Hijriyah yang salah satunya ditandai dengan angka penularan menunjukkan kecenderungan meluncur dan kebijakan pelonggaran aktivitas baik yang memungkinkan terjadinya kerumunan berdasarkan ahli yang kredibel dan jujur.

Sholat Id dapat dilakukan di kawasan terkendali atau kawasan yang luput Covid-19 dan diyakini tidak terdapat penularan (seperti di kawasan pedesaan atau perumahan terbatas yang seragam, tidak ada yang terkena Covid-19, dan tidak ada keluar menghunjam orang).

MUI juga menegaskan sholat Idul Fitri boleh dilaksanakan di panti dengan berjamaah bersama anggota tanggungan atau secara sendiri ( munfarid) , terutama yang berkecukupan di kawasan penyebaran Covid-19 dengan belum terkendali.

Pelaksanaan sholat Idul Fitri baik di masjid maupun dalam rumah harus tetap melaksanakan aturan kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan, antara lain dengan memperpendek bacaan sholat dan pelaksanaan khutbah.

Tengah Tausiyah MUI Kepulauan Riau Bagian: Kep-037/DP-P-V/V/2020 tentang Pelaksanaan Ibadah & Ibadah Ramadhan serta Idul Fitri 01 Syawal 1441 Hijriyah pada Situasi Pandemi Covid-19, pada point 1 menyatakan bahwa dalam iklim penyebaran Covid-19 terkendali, umat Islam wajib menyelenggarakan sholat Jumat serta boleh menyelenggarakan sholat lima masa, sholat Tarawih dan sholat Id berjamaah di masjid. Namun buat sholat Idul Fitri tidak dilaksanakan di lapangan terbuka.

Terkait fatwa MUI tersebut, Isdianto menjelaskan bahwa peristiwa itu berlaku di zona muda. Berdasarkan peta status wilayah penyaluran Covid-19 pada 282 kabupaten serta kota se-Indonesia yang diperolehkan dari situs Kementerian Kesehatan RI di 14 Mei 2020, diperoleh fakta Batam dan Tanjungpinang berstatus jadi zona merah, sedangkan Karimun berstatus zona kuning. Sementara zona hijau berada di Bintan, Lingga, Anambas dan Natuna.

Pada kabupaten dan praja dengan status zona merah dan zona kuning, pelaksanaan ibadah semasa bulan Ramadhan tetap dilakukan dalam rumah mengacu kepada Surat Informasi Menteri Agama RI Nomor SE. 6 Tahun 2020 tentang Arahan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Tengah Pandemi Covid-19, Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah di Saat Pagebluk Pandemik Covid-19 dan Instruksi Gubernur Kepulauan Riau Nomor 451. 1/593/B. KRSET/2020 tentang Pelaksanaan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Provinsi Kepulauan Riau.

“Bupati atau wali kota sebagai Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten dan kota dapat mengabulkan penetapan status wilayah penyebaran virus tersebut, ” ujar dia.

sumber: Antara

Berita Lainnya

Most Popular

Itu Tanggapan Mahfud MD Soal Pembicaraan Pemberhentian Presiden

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD angkat bahana terkait diskusi di universitas Gajah Mada dengan topik pemberhentian presiden. Menurutnya, diskusi tentang pemberhentian...

New Normal, 200 Ribu Mahasiswa hendak Kembali ke Kota Yogya

REPUBLIKA. CO. ID, YOGYAKARTA -- Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, sekitar 200 ribu mahasiswa dari luar daerah yang akan kembali ke Tanah air Yogyakarta saat New Normal...

16 ABK dari Madrid Reaktif Covid-19

REPUBLIKA. CO. ID, TANGERANG – Sebanyak 16 anak buah pesawat (ABK) dari  Kota Madrid, Spanyol terbukti reaktif Covid-19, setelah dikerjakan rapid test. Diketahui sekitar 467 ABK dari Madrid berkebangsaan Indonesia mendarat...

Pengesahan Bermutu, Pendidikan Bermutu

REPUBLIKA. CO. ID,     Oleh  Tatang Sunendar* Slogan "akreditasi bermutu, pendidikan bermutu" merupakan komitmen Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M). Menjadi kesadaran terdalam seluruh pimpinan di tingkat pusat hingga provinsi dan kabupaten kota. Terpampang di  player  maupun...

Recent Comments