8.5 C
New York
Thursday, August 13, 2020
Home Uncategorized Pandemi, Kami Mengalahkanmu II: Shalat Id tak Terlupakan

Pandemi, Kami Mengalahkanmu II: Shalat Id tak Terlupakan

Pandemi mengharuskan manusia untuk terus melancarkan dan bergerak menyesuaikan diri.

REPUBLIKA. CO. ID, BATAM — Lain dengan tanggungan Ramon yang memiliki Jilan Egha Barry sebagai imam, Andi harus memimpin Shalat Idul Fitri seorang diri. Dia yang menjadi bilal, dia imam, dia juga dengan khutbah.

Maklum, dua anaknya perempuan. Sedang si bungsu, baru berusia 2 tahun, tak mungkin berbagi peran dalam melayani ibadah bersama.

Pandemi, Ana Mengalahkanmu I: Lahirnya Imam Bujang

Beberapa hari menjumpai Lebaran, ia sibuk dengan gawai, mencari acuan tata cara melaksanakan Shalat Id yang baik. Dia pun berdiskusi dengan sejumlah ustadz, kenalannya.

“Siap, siaplah. Harus siap, ” katanya serupa mengangguk-angguk.

Maka Satu pagi, setelah sajadah tergelar, Andi duduk bersila melafalkan takbir kemajuan, diikuti anggota keluarganya, dengan bahana yang sayup-sayup. Tidak seperti pandangan takbir yang biasanya dikumandangkan di lapangan dan masjid pada Shalat Id di masa normal. Bergema bergemuruh.

Meski sejenis, tidak menurunkan kekhidmatan ibadah dalam rumah keluarga muda itu, yang tetap syahdu penuh keharuan.

Hikmah

Ini adalah pengalaman prima mendirikan Shalat Id sendiri yang akan tidak akan terlupakan. Bukan hanya bagi Ramon, Andi dan keluarganya, tentunya bagi banyak anak Muslim lainnya.

Pandemi tidak hanya memberikan kesempitan dengan membuat sedih dan muram. Tapi pandemi mengharuskan manusia untuk terus belajar dan bergerak, menyesuaikan muncul.

Manusia tidak dapat kalah, lalu mati sunyi sebab Covid-19. Sebaliknya, manusia bisa menjadikan pandemi sebagai bantu loncatan, menjelma manusia lebih baik.

Seperti pada keluarga Ramon dan Andi. Bila sebelumnya mereka hanya menjadi orang dalam baris belakang, menjadi makmum dalam Shalat Id, kini mereka menyelenggarakannya sendiri dalam rumah. Mereka membekali diri dengan ilmu tata cara ibadah dengan benar. Bahkan, mereka menjadi imam dan khatibnya.

Barangkali sudah saatnya kita berhenti menyumpahi pandemi, melainkan berterima kasih dalam musibah sejuta hikmah ini. Terima kasih pandemi, kami menjadi manusia lebih baik. Dan, pandemi, saya akan mengalahkan mu!

Sampai jumpa Lebaran tahun aliran, saat masjid dan lapangan penuh, dan pandemi hilang dari bumi.

sumber: Antara

Most Popular

Isolasi dan Masker Berperan Kendalikan Flu Spanyol

REPUBLIKA. CO. ID, SURABAYA -- Antropolog Universitas Airlangga Surabaya Toetik Koesbiarti menyatakanisolasi mandiri, menjaga kejernihan dan penggunaan masker turut berlaku penting dalam pengendalian Flu Spanyol yang mewabah di Jawa Timur pada...

Jalan Keras Lazio Perpanjang Kontrak Simone Inzaghi

REPUBLIKA. CO. ID,   ROMA -- Manajemen SS Lazio kian aman dengan servis Simone Inzaghi. Persatuan ibu kota Italia itu terus berupaya memperpanjang kontrak sang guru. Dalam beberapa bulan terakhir, ke-2 kubu bernegosiasi. Namun...

Kepala BPJPH Persoalkan Tarif Rp 5 Juta bagi Auditor Halal

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA -- Kepala Badan Penyelenggara Agunan Produk Halal (BPJPH) Sukoso menyuarakan ada biaya yang besar bagi calon auditor halal untuk mengikuti sertifikasi profesi di Lembaga Sertifikasi Profesi Majelis Ulama...

Karya besar Hamka dari Penjara

REPUBLIKA. CO. ID, Oleh Terlepas Ginting / Jurnalis Senior Republika   Dari balik jeruji penjara, seorang ulama menyelesaikan sebuah susunan besar. Tafsir Al-Azhar. Itulah lengah satu mahakarya dari Buya Hamka, yang ia kerjakan...

Recent Comments