8.5 C
New York
Saturday, October 24, 2020
Home Uncategorized Pandemi, Kami Mengalahkanmu II: Shalat Id tak Terlupakan

Pandemi, Kami Mengalahkanmu II: Shalat Id tak Terlupakan

Pandemi mengharuskan manusia untuk terus melancarkan dan bergerak menyesuaikan diri.

REPUBLIKA. CO. ID, BATAM — Lain dengan tanggungan Ramon yang memiliki Jilan Egha Barry sebagai imam, Andi harus memimpin Shalat Idul Fitri seorang diri. Dia yang menjadi bilal, dia imam, dia juga dengan khutbah.

Maklum, dua anaknya perempuan. Sedang si bungsu, baru berusia 2 tahun, tak mungkin berbagi peran dalam melayani ibadah bersama.

Pandemi, Ana Mengalahkanmu I: Lahirnya Imam Bujang

Beberapa hari menjumpai Lebaran, ia sibuk dengan gawai, mencari acuan tata cara melaksanakan Shalat Id yang baik. Dia pun berdiskusi dengan sejumlah ustadz, kenalannya.

“Siap, siaplah. Harus siap, ” katanya serupa mengangguk-angguk.

Maka Satu pagi, setelah sajadah tergelar, Andi duduk bersila melafalkan takbir kemajuan, diikuti anggota keluarganya, dengan bahana yang sayup-sayup. Tidak seperti pandangan takbir yang biasanya dikumandangkan di lapangan dan masjid pada Shalat Id di masa normal. Bergema bergemuruh.

Meski sejenis, tidak menurunkan kekhidmatan ibadah dalam rumah keluarga muda itu, yang tetap syahdu penuh keharuan.

Hikmah

Ini adalah pengalaman prima mendirikan Shalat Id sendiri yang akan tidak akan terlupakan. Bukan hanya bagi Ramon, Andi dan keluarganya, tentunya bagi banyak anak Muslim lainnya.

Pandemi tidak hanya memberikan kesempitan dengan membuat sedih dan muram. Tapi pandemi mengharuskan manusia untuk terus belajar dan bergerak, menyesuaikan muncul.

Manusia tidak dapat kalah, lalu mati sunyi sebab Covid-19. Sebaliknya, manusia bisa menjadikan pandemi sebagai bantu loncatan, menjelma manusia lebih baik.

Seperti pada keluarga Ramon dan Andi. Bila sebelumnya mereka hanya menjadi orang dalam baris belakang, menjadi makmum dalam Shalat Id, kini mereka menyelenggarakannya sendiri dalam rumah. Mereka membekali diri dengan ilmu tata cara ibadah dengan benar. Bahkan, mereka menjadi imam dan khatibnya.

Barangkali sudah saatnya kita berhenti menyumpahi pandemi, melainkan berterima kasih dalam musibah sejuta hikmah ini. Terima kasih pandemi, kami menjadi manusia lebih baik. Dan, pandemi, saya akan mengalahkan mu!

Sampai jumpa Lebaran tahun aliran, saat masjid dan lapangan penuh, dan pandemi hilang dari bumi.

sumber: Antara

Most Popular

Transportasi Pelanggar Protokol Kesehatan Dikenai Hukuman

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA -- Gajah Perhubungan Budi Karya Sumadi menguatkan akan menyiapkan sanksi bagi operator transportasi yang tidak mematuhi aturan kesehatan saat operasional libur lama Oktober 2020. Dia menegaskan, Kemenhub...

Gubernur Jabar Tinjau Simulasi Vaksinasi Covid-19 di Depok

REPUBLIKA. CO. ID,   DEPOK -- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, didampingi Pjs Wali Kota Depok, Dedi Supandi, meninjau kegiatan simulasi vaksin Covid-19 di Puskesmas Tapos, Kota Depok, Kamis (22/10). Selain itu, mereka...

Berkali-Kali Jatuh dari Sepeda, Wulan Guritno tak Kapok

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA -- Sejak duduk dalam bangku SMP, Wulan Guritno sudah hobi berolahraga. Perempuan yang saat ini dikenal sebagai aktris dan cara itu melakukannya demi kesehatan, tidak karena ingin mencapai...

Ini Mengapa KPU Bawaslu Harus Oleh sebab itu Wasit Super Tegas

REPUBLIKA. CO. ID, oleh Mimi Kartika, Dessy Suciati SaputriPelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) tak hanya penuh kekhawatiran akan pengingkaran protokol kesehatan. Pelanggaran ketentuan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada juga...

Recent Comments


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/helpmetosleep/public_html/wp-includes/functions.php on line 4669