8.5 C
New York
Thursday, August 13, 2020
Home Uncategorized Pengamat: Calon Kapolri Harus Paham Demokrasi Sipil

Pengamat: Calon Kapolri Harus Paham Demokrasi Sipil

Pengamat menghargai ada lima kriteria yang kudu dimiliki calon kapolri.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menyebut substitusi Idham Azis sebagai Kapolri, setidaknya harus memiliki lima kriteria. Antaralain, calon Kapolri harus merupakan wujud yang nasionalis dan paham demokrasi sipil.

“Menghadapi gejolak sosial-politik yang terus berlangsung entah di daerah ataupun nasional memang memerlukan figur yang kuat dalam prinsip dan tegas pada bertindak, ” kata Boni Hargen setelah dikonfirmasi, Selasa (16/6).

Dia melanjutkan, kriteria yang lain adalah Polri membutuhkan pimpinan yang dapat memperkuat kerjasama lintas sektoral, koordinasi antar agensi dengan Prajurit Nasional Indonesia (TNI), termasuk dengan Badan Intelijen Negara (BIN). Menurutnya, hal itu agar ada sinergi dalam merespons ancaman, tantangan, larangan, dan gangguan yang muncul.

Boni berpendapat, kapolri yang baru juga harus melanjutkan prestasi beberapa kapolri sebelumnya. Termasuk berlanjut dia, prestasi Idham Azis dalam memerangi kejahatan besar seperti konsorsium narkoba dan perdagangan manusia.

Menurutnya, kepolisian juga harus menangkap tidak hanya para karakter dalam negeri. Lanjutnya, diperlukan kerjasama dengan yurisdiksi internasional untuk menangkap jaringan luar negeri.

“Ke depan, perlu ada terobosan baru dalam dua kejahatan gede itu karena generasi muda keluarga ini harus diselamatkan dari naas narkoba, ” katanya.

Dia meneruskan, kriteria selanjutnya dengan harus dimiliki kapolri baru yakni memiliki potensi akseptabilitas yang memadai dari internal kepolisian. Dia mengatakan, dengan begitu manajemen di internal Korps Bhayangkara dari tingkat pusat hingga daerah bisa berjalan baik.

Kriteria terakhir, kapolri baru harus sosok yang sejalan dengan visi dan misi penegakan hukum pemerintah. Menurutnya, TNI dan Polri selalu menjadi kekuatan utama yang menopang keamanan dalam berbagai gejolak yang terjadi di tengah masyarakat dalam era pemerintahan saat ini.

“Apalagi 2024 akan menjadi titik balik yang cukup menegangkan bagi hidup berdemokrasi kita sebagai bangsa, ” katanya.

Most Popular

Isolasi dan Masker Berperan Kendalikan Flu Spanyol

REPUBLIKA. CO. ID, SURABAYA -- Antropolog Universitas Airlangga Surabaya Toetik Koesbiarti menyatakanisolasi mandiri, menjaga kejernihan dan penggunaan masker turut berlaku penting dalam pengendalian Flu Spanyol yang mewabah di Jawa Timur pada...

Jalan Keras Lazio Perpanjang Kontrak Simone Inzaghi

REPUBLIKA. CO. ID,   ROMA -- Manajemen SS Lazio kian aman dengan servis Simone Inzaghi. Persatuan ibu kota Italia itu terus berupaya memperpanjang kontrak sang guru. Dalam beberapa bulan terakhir, ke-2 kubu bernegosiasi. Namun...

Kepala BPJPH Persoalkan Tarif Rp 5 Juta bagi Auditor Halal

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA -- Kepala Badan Penyelenggara Agunan Produk Halal (BPJPH) Sukoso menyuarakan ada biaya yang besar bagi calon auditor halal untuk mengikuti sertifikasi profesi di Lembaga Sertifikasi Profesi Majelis Ulama...

Karya besar Hamka dari Penjara

REPUBLIKA. CO. ID, Oleh Terlepas Ginting / Jurnalis Senior Republika   Dari balik jeruji penjara, seorang ulama menyelesaikan sebuah susunan besar. Tafsir Al-Azhar. Itulah lengah satu mahakarya dari Buya Hamka, yang ia kerjakan...

Recent Comments