8.5 C
New York
Friday, July 10, 2020
Home Uncategorized PMI Latih Santri di Jember Meracik Disinfektan

PMI Latih Santri di Jember Meracik Disinfektan

Kegiatan ini dilakukan agar pihak pesantren bisa melakukan disinfeksi secara mandiri.

REPUBLIKA. CO. ID, JEMBER — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember, Jawa Timur, melatih santri dan pengurus jambar pesantren meracik cairan disinfektan. Disinfektan yang dibuat sesuai prosedur operasional standar agar aman digunakan era penyemprotan.

Pelatihan yang dikasih oleh PMI bertujuan agar para-para santri maupun pengurus ponpes tidak hanya bisa menyemprot disinfektan atau disinfeksi, tetapi juga membuatnya. “Supaya ke depannya disinfeksi bisa dikerjakan secara mandiri, ” kata Kepala PMI Kabupaten Jember EA Zaenal Marzuki, Kamis (25/6).

Menurut dia, pencegahan dan cara memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di seluruh lembaga pendidikan khususnya ponpes dilakukan secara bertahap dan dilakukan secara terus menerus. Agar program ini berjalan secara rutin, PMI Kabupaten Jember melibatkan santri yang dilatih bagaimana cara penerapan alat penyemprotan hingga tata jalan mencampur cairan desinfektan. Harapannya disinfeksi dapat dilakukan secara rutin.

Selain itu, pihaknya selalu telah menyalurkan bantuan alat berupa alat semprot ( hand sprayer ) dan cairan disinfektan ke sejumlah ponpes. Dengan begitu, ke depannya penyemprotan mampu dilakukan sendiri tanpa menunggu pihak lain.

PMI Kabupaten Jember hanya menyerahkan peralatan semprot dan cairan disinfektan ke ponpes hasil asesmen. Jumlah ketersediaan bagian bantuan terbatas, padahal jumlah ponpes yang ada di Kabupaten Jember banyak. Menurut data Kementerian Agama mencapai 308 ponpes.

Menurut Zaenal, disinfeksi pada umum baru menjadi kebutuhan mutlak khususnya untuk ponpes untuk mencegah penyebaran dan meminimalisasikan penularan Covid-19. “Apalagi saat ini aktivitas kembali dibuka dan mulai menerima pendaftaran santri baru, ” kata dia.

Zaenal mengatakan pengasuh serta pengurus ponpes mempunyai peranan penting dalam pencegahan penyebaran virus dengan bisa menyebabkan kematian ini. Apalagi kiai merupakan sosok panutan seluruh santri yang merupakan ciri khas ponpes sehingga menjadi tokoh sentral dalam penegakan pelaksanaan protokol kesehatan.

Koordinator Humas PMI Kabupaten Jember Ghufron Eviyan Efendi mengatakan pencegahan lainnya juga bisa dilaksanakan melalui perangkat struktur pengurus sebagai pelaksana teknis. Mulai sebab penyusunan regulasi disesuaikan dengan aturan kesehatan hingga fungsi pengawasan.

“Target kami (PMI) seluruh fasilitas ponpes mendapatkan dekontaminasi, sebelum santri memulai aktivitas, ” kata dia.

sumber: Antara

Most Popular

Karakter Pelecehan Seksual Dijatuhi Hukuman Cambuk di Aceh

REPUBLIKA. CO. ID,   NAGAN RAYA -- Kejaksaan Jati Nagan Raya, Provinsi Aceh, Jumat, melakukan eksekusi hukuman cambuk terhadap DM (43), warga sebuah dukuh di Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, karena terbukti melakukan...

Pungutan Yogyakarta-Solo Ditargetkan Mulai Dibangun pada 2022

REPUBLIKA. CO. ID, YOGYAKARTA -- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menargetkan pembangunan fisik rencana Jalan Tol Yogyakarta-Solo dimulai pada 2022. Terkait pembebasan lahan seharusnya sudah selesai pada...

Font Diriyah, Huruf Bersejarah yang Dihidupkan Kembali

REPUBLIKA. CO. ID, RIYADH -- Font atau ragam huruf baru yang memiliki inspirasi secara historis akan digunakan jadi bagian dari jenis huruf digital untuk salah satu proyek utama Arab Saudi. Dilansir di Arab...

Cara Menumbuhkan Manajemen Kemenangan Keahlian Modal Anda

Data SGP - Ini bisa menjadi masalah besar bukan hanya dari keluarga dan teman-teman tetapi juga orang asing. Mereka mencetak semua fitur...

Recent Comments