8.5 C
New York
Wednesday, October 21, 2020
Home Uncategorized Bappenas: Semua Negara akan Alami Resesi

Bappenas: Semua Negara akan Alami Resesi

Krisis yang disebabkan oleh pandemi jauh lebih tumbuh dibandingkan krisis ekonomi.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Deputi Bidang Ekonomi Departemen PPN/Bappenas Bambang Prijambodo memperkirakan seluruh negara akan masuk ke jurang resesi akibat terdampak pandemi Covid-19. Menurutnya krisis yang disebabkan oleh pandemi jauh lebih besar dibandingkan krisis ekonomi.

“Semua negara di dunia mengalami kemerosotan dan resesi, bukan saja resesi dangkal tapi juga sangat pada, ” kata Bambang dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (29/7)

Bambang mengatakan, pandemi Covid-19 sudah membuat berbagai negara dalam dunia harus melakukan pembatasan sosial dalam berbagai bentuk. Akibatnya, kehidupan ekonomi dan perdagangan dunia zaman ini masih relatif turun walaupun ada perbaikan di bulan Juni lalu.

Kontraksi ini sudah terlihat di berbagai negeri, seperti China yang pada kuartal I turun 6, 8 obat jerih kemudian kembali pulih pada kuartal II meskipun hanya di angka 3, 2 persen. Kontraksi selalu terjadi di Singapura yang mengalami penurunan tajam hingga 12, 6 persen. Sedangkan Korea juga pengurangan sekitar 3, 2 persen pada kuartal II.

Patuh Bambang, pandemi tetap menyebabkan ketidakpastian yang cukup besar hingga saat ini. Adapun, risiko terbesar yang masih membayangi yaitu gelombang kedua peningkatan kasus setelah relaksasi pembatasan sosial dilakukan.

Sementara di Indonesia, Bambang memperkirakan, kemajuan negatif juga akan terjadi di dalam kuartal II. Meski demikian, Jelas optimistis, kondisi akan semakin membaik di kuartal selanjutnya.

“Pemerintah saat ini sedang memeriksa agar di kuartal III dan IV bisa mencapai angka dengan positif meskipun tidak besar tetapi tidak resesi, ” tutur Jelas.

Bambang mengakui, pandemi Covid-19 telah menyebabkan perlambatan yang cukup dalam pada konsumsi umum. Sektor konsumsi sendiri berkontribusi sejumlah 56 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sehingga pengaruhnya pas besar.

Selain itu, Bambang menambahkan, perlambatan yang cukup besar juga terjadi pada kegiatan investasi. Kegiatan impor barang simpanan, bahan baku dan berbagai kegiatan investasi lainnya termasuk purchasing manager indeks mengalami penurunan yang cukup dalam.

Menurut Jelas, pemerintah saat ini sedang memprioritaskan langkah-langkah di sektor kesehatan. Seiring dengan itu, pemerintah juga menganjurkan relaksasi dan insentif untuk memelihara daya beli masyarakat.

Most Popular

Ini Mengapa KPU Bawaslu Harus Oleh sebab itu Wasit Super Tegas

REPUBLIKA. CO. ID, oleh Mimi Kartika, Dessy Suciati SaputriPelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) tak hanya penuh kekhawatiran akan pengingkaran protokol kesehatan. Pelanggaran ketentuan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada juga...

Seekor Harimau Sumatera Ditemukan Terjerat dalam Gayo Lues

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA -- Seekor harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) ditemukan terjerat di kawasan hutan Kecamatan Terbangun, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Harimau tersebut terperangkap dalam jeratan berbentuk kumparan. "Harimau itu jenis...

Apa yang Harus Diingat Saat Bermain Lotere Togel Singapore

Meskipun sebagian besar pemain tidak akan pernah melihat jumlah yang begitu besar dibuang ke pangkuan mereka, beberapa pemain lotere Togel Singapore yang...

Perjuangan Palestina Ada di Generasi Pemuda Muslim

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA -- Ketua Persatuan Ulama Malaysia Dato Wan Mohamad bin Syekh Abdul Aziz mengajak umat Islam agar tidak melupakan Palestina.   "Ini mungkin hanya tindakan kecakapan yang kecil tetapi umat Agama islam...

Recent Comments


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/helpmetosleep/public_html/wp-includes/functions.php on line 4669