8.5 C
New York
Monday, April 12, 2021
Home Uncategorized Bappenas: Semua Negara akan Alami Resesi

Bappenas: Semua Negara akan Alami Resesi

Krisis yang disebabkan oleh pandemi jauh lebih tumbuh dibandingkan krisis ekonomi.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Deputi Bidang Ekonomi Departemen PPN/Bappenas Bambang Prijambodo memperkirakan seluruh negara akan masuk ke jurang resesi akibat terdampak pandemi Covid-19. Menurutnya krisis yang disebabkan oleh pandemi jauh lebih besar dibandingkan krisis ekonomi.

“Semua negara di dunia mengalami kemerosotan dan resesi, bukan saja resesi dangkal tapi juga sangat pada, ” kata Bambang dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (29/7)

Bambang mengatakan, pandemi Covid-19 sudah membuat berbagai negara dalam dunia harus melakukan pembatasan sosial dalam berbagai bentuk. Akibatnya, kehidupan ekonomi dan perdagangan dunia zaman ini masih relatif turun walaupun ada perbaikan di bulan Juni lalu.

Kontraksi ini sudah terlihat di berbagai negeri, seperti China yang pada kuartal I turun 6, 8 obat jerih kemudian kembali pulih pada kuartal II meskipun hanya di angka 3, 2 persen. Kontraksi selalu terjadi di Singapura yang mengalami penurunan tajam hingga 12, 6 persen. Sedangkan Korea juga pengurangan sekitar 3, 2 persen pada kuartal II.

Patuh Bambang, pandemi tetap menyebabkan ketidakpastian yang cukup besar hingga saat ini. Adapun, risiko terbesar yang masih membayangi yaitu gelombang kedua peningkatan kasus setelah relaksasi pembatasan sosial dilakukan.

Sementara di Indonesia, Bambang memperkirakan, kemajuan negatif juga akan terjadi di dalam kuartal II. Meski demikian, Jelas optimistis, kondisi akan semakin membaik di kuartal selanjutnya.

“Pemerintah saat ini sedang memeriksa agar di kuartal III dan IV bisa mencapai angka dengan positif meskipun tidak besar tetapi tidak resesi, ” tutur Jelas.

Bambang mengakui, pandemi Covid-19 telah menyebabkan perlambatan yang cukup dalam pada konsumsi umum. Sektor konsumsi sendiri berkontribusi sejumlah 56 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sehingga pengaruhnya pas besar.

Selain itu, Bambang menambahkan, perlambatan yang cukup besar juga terjadi pada kegiatan investasi. Kegiatan impor barang simpanan, bahan baku dan berbagai kegiatan investasi lainnya termasuk purchasing manager indeks mengalami penurunan yang cukup dalam.

Menurut Jelas, pemerintah saat ini sedang memprioritaskan langkah-langkah di sektor kesehatan. Seiring dengan itu, pemerintah juga menganjurkan relaksasi dan insentif untuk memelihara daya beli masyarakat.

Most Popular

Inggris Buka Kembali Pertokoan

REPUBLIKA.CO.ID, BIRMINGHAM -- Sejumlah antrian tampak mengular di luar pertokoan di seluruh Inggris pada Senin (12/4). Warga Inggris berbondong-bondong keluar rumah setelah pemerintah mencabut lockdown nasional selama tiga bulan. Saat matahari terbit,...

Berhati-hatilah dengan Slot Online

Slot online, dengan disebut hanya secara mesin slot, dempak, mesin buah, slot atau apapun sebutannya, adalah mesin pertaruhan elektronik yang menghasilkan permainan...

4 Macam Doa Buka Puasa di Bulan Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menyambut Bulan Ramadhan harus dengan hati yang senang. Selain itu, jangan lupa saat menjalani ibadah puasa harus diawali niat berpuasa dan berbuka puasa. Namun, doa berbuka puasa...

Sejumlah Rumah Warga di Kabupaten Malang Rusak Akibat Gempa

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Sejumlah rumah warga di Kabupaten Malang dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,7 di wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa. Bahkan, kerusakan juga dilaporkan terjadi di...

Recent Comments