8.5 C
New York
Sunday, October 25, 2020
Home Uncategorized 'Fetishism Bisa Dialami Anak Korban Kebengisan Seksual'

‘Fetishism Bisa Dialami Anak Korban Kebengisan Seksual’

Fetishism perilaku seksual yang menggunakan objek tak hidup sebagai metode.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Gilang, mahasiswa salah satu sekolah tinggi di Indonesia kini, sedang menjadi pembicaraan. Dia mengidap fetish terhadap orang yang dibungkus kain jarik. Setelah postingan salah kepala korban, kemudian muncul korban yang lain.

Apa sebenarnya fetish ini dan apa penyebabnya? Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa di Primaya Hospital Bekasi Barat, dr. Alvina, Sp. KJ, fetish adalah objek yang tidak hidup. Sedangkan, fetishism adalah fantasi, dorongan, atau tabiat seksual yang menggunakan objek tak hidup sebagai metode untuk mewujudkan seseorang terangsang secara seksual.

“Seseorang dengan Fetishism akan berfantasi seksual atau melakukan perilaku seksual misalnya masturbasi dengan menggunakan benda yang tak hidup sebagai objek untuk melahirkan rangsangan seksual, ” ujarnya di dalam keterangan tertulis yang diterima Republika. co. id , Senin (3/8).

Menurutnya, fetishism mungkin bisa terjadi saat budak menjadi korban atau anak melihat perilaku seksual yang menyimpang. Ada teori lain yang mengatakan bahwa seseorang mungkin mengalami kurangnya relasi seksual sehingga mencari pemuasan secara cara yang lain.

Terdapat pula teori lainnya yang mengatakan, bahwa terjadi syak wasangka tentang maskulinitas pada laki-laki dengan mengalami fetishism atau ada mengecap takut adanya penolakan yang terjadi sehingga ia menggunakan objek dengan tidak hidup untuk memberinya kegembiraan seksual.

“Secara umum, penyimpangan seksual bertambah banyak dialami laki-laki daripada hawa dan terdapat teori yang mengatakan bahwa Fetishism berkembang sejak era kanak-kanan namun ada pula yang mengatakan onset-nya adalah saat periode pubertas, ” ujarnya.

Untuk melakukan rehabilitasi, gangguan Fetihistik bisa diterapi dengan berbagai modalitas psikoterapi baik tunggal maupun kelompok serta dapat dikerjakan pemberian terapi obat-obatan dan hormon.

“Untuk menghindari gangguan Fetihistik, hendaknya asosiasi menciptakan lingkungan yang ramah anak, peduli pada kesehatan anak baik secara fisik maupun mental, serta bersikap melindungi anak dari landasan kekerasan baik kekerasan fisik, moral, maupun seksual, ” ujarnya.

Most Popular

Venue Akuatik Olimpiade Tokyo Diresmikan

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA --  Gubernur Tokyo Yuriko Koike secara resmi membuka venue akuatik yang akan digunakan buat Olimpiade tahun depan, Sabtu (24/10). Dilansir Reuters, Sabtu (24/10), peresmian venue akuatik seharusnya dilakukan dalam...

Transportasi Pelanggar Protokol Kesehatan Dikenai Hukuman

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA -- Gajah Perhubungan Budi Karya Sumadi menguatkan akan menyiapkan sanksi bagi operator transportasi yang tidak mematuhi aturan kesehatan saat operasional libur lama Oktober 2020. Dia menegaskan, Kemenhub...

Gubernur Jabar Tinjau Simulasi Vaksinasi Covid-19 di Depok

REPUBLIKA. CO. ID,   DEPOK -- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, didampingi Pjs Wali Kota Depok, Dedi Supandi, meninjau kegiatan simulasi vaksin Covid-19 di Puskesmas Tapos, Kota Depok, Kamis (22/10). Selain itu, mereka...

Berkali-Kali Jatuh dari Sepeda, Wulan Guritno tak Kapok

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA -- Sejak duduk dalam bangku SMP, Wulan Guritno sudah hobi berolahraga. Perempuan yang saat ini dikenal sebagai aktris dan cara itu melakukannya demi kesehatan, tidak karena ingin mencapai...

Recent Comments


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/helpmetosleep/public_html/wp-includes/functions.php on line 4669