8.5 C
New York
Thursday, September 3, 2020
Home Uncategorized 10 Ribu Tukik Dilepaskan di Pantai Saba Gianyar

10 Ribu Tukik Dilepaskan di Pantai Saba Gianyar

Mempertahankan pelepasan tukik untuk melestarikan populasi penyu.

REPUBLIKA. CO. ID, GIANYAR — Sekda Kabupaten Gianyar memimpin pelepasan 10. 000 tukik pada kegiatan Bali Resik Sampah Plastik dan Pelepasan Tukik di Pantai Saba Gianyar, Desa Saba Kecamatan Blahbatuh Gianyar, Sabtu (8/8).

“Pada kegiatan tersebut kita melakukan pemungutan sampah plastik di sepanjang Pantai Saba, yang diikuti oleh pegawai di Dunia Pemkab Gianyar, komunitas pecinta dunia hidup, siswa dan masyarakat, ” kata Sekda Gianyar Made Wisnu Wijaya seperti dikutip dari siaran pers Diskominfo, Sabtu (8/8).

“Kegiatan resik atau bersih-bersih ini sudah rutin dilakukan untuk menjaga kebersihan pantai dari timbunan sampah plastik, ” ujar dia.

Ia mengatakan lingkungan penyu ini semakin berkurang. Situasi ini tentu harus ada putaran masif terkait dengan pelestarian kura-kura.

“Bagaimanapun penyu tercatat binatang yang dilindungi oleh negeri, tentu ini menjadi apresiasi kita, pemerintah, ada seperti yayasan yang peduli terhadap pelestarian penyu kudu kita apresiasi, ” kata Wisnu Wijaya.

Dia mengutarakan mudah-mudahan ke depan menjadikan dorongan bagi yayasan lain yang berkecimpung di bidang pelestarian lingkungan. Pemerintah akan dorong terus, pemerintah akan semaksimal mungkin untuk bisa menyediakan ataupun memberikan bantuan.

Dalam kegiatan pelepasliaran tukik, negeri membantu dengan cara membeli tukik dari penangkaran untuk kemudian dilepasliarkan ke laut lepas. Dalam kegiatan itu hadir pula Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made Adnyana, Komisi IV DPR I Nyoman Parta, Plt. Kadis DLH Wayan Kujus Pawitra, wakil dari Departemen KKP, kementerian Lingkungan Hidup MENODAI dan beberapa komunitas pecinta lingkungan hidup di Bali.

Ketua panitia kegiatan I Made Kikik sekaligus Ketua Kelompok Penangkaran Penyu Saba Asri mengatakan, kegiatan pelepasliaran tukik Saba Asri 2020 adalah untuk mengkampanyekan pentingnya konservasi alam bagi kelangsungan hidup kura-kura sekaligus juga dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional yang jatuh pada tanggal 10 Agustus 2020.

Di bibir itu, menurut Made Kikik, kegiatan ini juga ingin lebih mendatangkan Eko Wisata Saba Asri ke masyarakat umum sebagai salah mulia tempat konservasi penyu di Bali dan satu-satunya di Kabupaten Gianyar. Pelepasliaran tukik biasanya bekerja setara dengan beberapa komunitas pecinta lingkungan atau wisatawan yang berkunjung ke konservasi.

Namun, pelepasliaran dalam jumlah yang cukup besar mencapai 10 ribu ekor perdana pertama kali ini dilakukan. Kegiatan ini bekerja sama dengan Pemkab Gianyar dalam hal ini Biro Lingkungan Hidup dan Indonesia Power.

“Pelepasliaran tukik di dalam jumlah yang cukup besar pertama kali kami lakukan. Tukik yang kami lepas hari ini adalah jenis penyu lekang yang memang cocok untuk pantai dengan berpasir hitam, ” ujarnya.

Made Kikik menambahkan kemajuan jumlah tukik yang menetas di penangkaran Eko Wisata Saba Serasi setiap tahunnya mengalami peningkatan yang signifikan. Sejak awal tahun maka awal Agustus 2020 jumlah tukik yang berhasil ditetaskan sebanyak 10. 835 ekor.

sumber: Antara

Most Popular

Dorong Penyaluran KUR, BCA Gandeng BPR

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA-- PT Bank Central Asia Tbk bekerja sama dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kali tersebut, BCA melakukan perjanjian kerja setara channeling KUR...

Eijkman: Virus Covid-19 di Indonesia Mirip dengan di Asia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengatakan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 yang beredar di Indonesia memiliki kekerabatan erat dengan virus yang bersirkulasi di wilayah Asia....

Tips Pergi Keluar yang Aman Bersama Anak

REPUBLIKA.CO.ID, Berbulan-bulan di dalam rumah tentu membawa kejenuhan, khususnya bagi anak-anak. Di era new normal, mungkin tak ada salahnya sesekali keluar rumah bersama si kecil.Tapi ikuti tips ini saat...

Kiai Didin: Generasi Memakmurkan Masjid Dimuliakan Allah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendiri Pondok Pesantren Ulil Albab Bogor, Prof KH Didin Hafiduddin mengatakan, masjid adalah tempat yang paling mulia. Dalam hadits Rasulullah SAW juga bersabda, tempat yang paling baik...

Recent Comments