8.5 C
New York
Thursday, September 3, 2020
Home Uncategorized Resmi Masuk Pasar China, J&T Express Yakin Bisa Bertahan

Resmi Masuk Pasar China, J&T Express Yakin Bisa Bertahan

Pangsa pasar jasa pengiriman dalam China mencapai 220 juta pengiriman per hari.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Perusahaan jasa pengiriman yang fokus layani e-commerce J& T Express sah masuk pasar China sejak Maret 2020. J& T Express mengaku optimistis bisa bertahan di negeri tirai bambu itu.

“Kami tidak bilang jadi dengan gede di China tapi bahasanya, bagaimana bisa survive, ” introduksi CEO J& T Express Robin Lo dalam acara virtual di Jakarta, Selasa (25/8).

Pasar China juga disebut Robin menjadi pasar paling besar pada dunia. Dibandingkan Indonesia yang bagian pengiriman sekitar 4 juta pengiriman per hari, di China mencapai 220 juta pengiriman per hari.

Dengan pasar sejumlah itu, Robin meyakini masih ada peluang yang bisa digarap perusahaan yang telah menginjak usia lima tahun itu.

“Di sana ada lima perusahaan pengiriman yang sudah cukup raksasa. Di antara perusahaan raksasa dan pasar dengan begitu besar, masih ada tertinggal pasar kecil yang tidak diambil pemain besar itu. Itu cara kami masuk ke China, kita ambil pelanggan yang tidak digarap pemain raksasa, ” katanya.

Menurut Robin, cara itu pulalah yang awalnya ia terapkan di Indonesia. Dengan pesatnya jalan e-commerce, mana pihaknya mengambil peluang dari pelanggan kecil yang tak dimanfaatkan pemain besar

“Karena perkembangan e-commerce begitu segera, otomatis perusahaan logistik besar tidak sanggup menangani yang kecil sebab mengutamakan yang besar. Kami cukup perbaiki layanan, pelanggan senang dan saya yakin yang kecil itu akan jadi besar. Jadi tidak peduli di negara manapun tersedia kesempatan seperti itu, ” katanya.

Selain di Nusantara, J& T Express saat tersebut telah beroperasi di Malaysia, Vietnam, Filipina, Thailand, Singapura, Kamboja dan China.

Meski telah merambah pasar ASEAN plus China, Robin mengaku kontribusi pendapatan memutar besar tetap berasal dari operasional di Indonesia. Ia menyebut secara rasio, perbandingan kontribusi Indonesia serta negara lainnya yakni sekitar 50: 50.

Ia pula mengungkapkan tantangan yang dihadapi masa mulai ekspansi bisnis, mulai daripada kondisi lingkungan, kebijakan pemerintah maka budaya yang berbeda. “Termasuk gaya, tipikal belanja atau e-commerce yang beda. Tiap masuk negara dengan baru kita optimalisasi pekerja lokal agar bisa adaptasi dengan kedudukan yang ada, ” pungkas Robin.

sumber: Kurun

Most Popular

Dorong Penyaluran KUR, BCA Gandeng BPR

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA-- PT Bank Central Asia Tbk bekerja sama dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kali tersebut, BCA melakukan perjanjian kerja setara channeling KUR...

Eijkman: Virus Covid-19 di Indonesia Mirip dengan di Asia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengatakan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 yang beredar di Indonesia memiliki kekerabatan erat dengan virus yang bersirkulasi di wilayah Asia....

Tips Pergi Keluar yang Aman Bersama Anak

REPUBLIKA.CO.ID, Berbulan-bulan di dalam rumah tentu membawa kejenuhan, khususnya bagi anak-anak. Di era new normal, mungkin tak ada salahnya sesekali keluar rumah bersama si kecil.Tapi ikuti tips ini saat...

Kiai Didin: Generasi Memakmurkan Masjid Dimuliakan Allah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendiri Pondok Pesantren Ulil Albab Bogor, Prof KH Didin Hafiduddin mengatakan, masjid adalah tempat yang paling mulia. Dalam hadits Rasulullah SAW juga bersabda, tempat yang paling baik...

Recent Comments