8.5 C
New York
Saturday, February 27, 2021
Home Uncategorized Gubernur Jabar Tinjau Simulasi Vaksinasi Covid-19 di Depok

Gubernur Jabar Tinjau Simulasi Vaksinasi Covid-19 di Depok

Warga Depok dapat prioritas sebagai praja pertama di Jabar yang melakukan vaksinasi

REPUBLIKA. CO. ID, DEPOK — Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, didampingi Pjs Wali Kota Depok, Dedi Supandi, meninjau kegiatan simulasi vaksin Covid-19 di Puskesmas Tapos, Kota Depok, Kamis (22/10). Selain itu, mereka mengikuti kegiatan Ekspos Persiapan dan Strategi Vaksinasi Jawa Barat dan Kota Depok.

“Simulasi vaksinasi dilakukan sesuai metode operasional standar (SOP) apabila vaksin itu telah ada. Provinsi Mencuraikan dengan Kota Depok sebagai bercak berangkat titik simulasi dimulai dalam tempat yang kita pilih sebab kalau vaksin tipe satu dengan dibawa itu berhasil lolos uji Badan Pengawasan Obat dan Sasaran (BPOM) maka arahnya Jakarta, Enau, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Banten, ” ujar Gubernur yang erat di sapa Kang Emil dalam jumpa pers virtual, Kamis (22/10).

Taat Kang Emil, wilayah Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi) yang masih di kawasan Jabar sampai saat ini menjadi penyumbang mayoritas terbesar kasus Covid-19, yaitu mencapai 70 persen. “Kalau vaksin itu datang, warga Kota Depok dapat prioritas sebagai kota prima di Jabar yang melaksanakan vaksinasi, ” tegasnya.

Menurut Kang Emil, simulasi ini sebagai ancang-ancang menghadapi gelombang kedua penyuntikan vaksin yang dibuat di dalam jati dan masih dalam tahap tes klinis di Bio Farma serta akan diproduksi pertengahan 2021.

“Kami tadi melakukan simulasi juga karena ingin mengetahui apakah Puskesmas di Praja Depok ini cukup, jangan-jangan tidak cukup. Kalau tidak cukup gedung serbaguna atau gedung olahraga harus kita sulap menjadi tempat vaksinasi, ” jelasnya.

Lanjut Kang Emil, nanti ketahuan satu Puskesmas bisa melaksanakan pelayanan vaksinasi berapa jumlahnya. “Misal 100 orang, nanti kami hitung berapa jumlah Puskesmas di Praja Depok, kalikan jumlah sasaran. Jika tenaga kesehatan penyuntikan tidak cukup, kita buka relawan yang bertemu kriteria untuk jadi tim penyuntik dan panitia. Jadi, simulasi penting dilakukan sebelum vaksin Covid-19 tiba, ” paparnya.

Dia berharap vaksinasi Covid-19 dapat menurunkan angka kasus yang selama ini terjadi di Jabar. “Saya menyontohkan bagaimana keberadaan virus cacar sebelum ada vaksin dengan kasusnya tinggi namun setelah ada vaksin turun bahkan sampai tak ada dalam sekian tahun. Vaksin juga tidak jaminan 100 obat jerih, yang ada mendekati persentase mayoritas. Kalau 100 persen (hilang) hamba kira juga takabur, ” kata Kang Emil.

Dia menjelaskan, vaksinasi yang dilakukan pada gelombang kedua nanti tidak dilakukan satu kali tetapi ada dua dosis. Sehingga, kepala orang akan mendapatkan dua kali penyuntikan vaksin. “Tidak disuntik seluruhnya tapi dua kali. Orang setara disuntik vaksin. Mungkin hari ke-30 atau sesuai arahan dokter diminta datang lagi untuk di suntik kedua kalinya, ” jelas Kang Emil.

Most Popular

Pedoman untuk Memainkan Slot Online

Slot online adalah salah satu permainan dan aksi menarik untuk dinikmati para pemain pada World Wide Web. Jenis permainan kasino ini sepenuhnya...

Bermacam-macam Jenis Taruhan

Seluruh informasi tentang Ulang alik Online tersedia melalui layanan online spesial. Indikator terpenting ketenaran sebuah situs web adalah jumlah pengunjung ke situs...

Gimana Memilih Nomor Lotere Anda

Jika kamu pernah terpikir untuk bermain lotere akan tetapi belum siap karena kurangnya pengetahuan / uang untuk tampil, maka berikut merupakan panduan...

Gambaran Singkat Tentang Betting Online

Perjudian on line (disebut juga perjudian online) adalah seluruh jenis taruhan yang dilakukan melalui internet. Ini termasuk kasino online, poker virtual, dan...

Recent Comments