8.5 C
New York
Wednesday, June 23, 2021
Home Uncategorized Legislator Soroti Menteri Kampanye Caketum Kadin

Legislator Soroti Menteri Kampanye Caketum Kadin

Pemulihan ekonomi membutuhkan kerja keras seluruh menteri, khususnya bidang ekonomi.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam menyoroti sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Maju yang aktif berkeliling daerah mengampanyekan salah seorang calon ketua umum (caketum) Kadin Indonesia dan dikhawatirkan mengganggu fokus kerja sang menteri. Kadin akan menggelar Munas dalam waktu dekat.

“Ada sejumlah menteri bidang ekonomi yang aktif turun ke daerah mengampanyekan salah satu caketum Kadin. Tidak hanya ikut deklarasi dukungan di Jakarta, tapi kampanye di daerah,” ujar Mufti Anam dalam siaran pers-nya kepada media yang diterima di Surabaya, Sabtu (29/5).

Mufti mengatakan, pemulihan ekonomi membutuhkan kerja keras seluruh menteri, khususnya menteri bidang ekonomi. Maka, 100 persen tenaga dan pemikiran seorang menteri harus didedikasikan untuk pemulihan ekonomi sebagai agenda prioritas saat ini.

“Untuk itu, menteri perlu dua hal. Pertama, fokus. Kedua, kolaborasi. Dua hal ini sulit dilakukan kalau menterinya aktif galang dukungan untuk pencalonan caketum Kadin,” ujarnya.

Pertama soal fokus. Saat ini tantangan ekonomi sedang berat, kalau menterinya tidak fokus, akan makin berat. “Apalagi saya dengar Munas Kadin diundur dari awal Juni menjadi akhir Juni, wah malah nanti enggak kerja-kerja, sibuk kampanye keliling daerah dibungkus kunjungan kerja,” tutur Mufti.

Kemudian, lanjut Mufti, soal kolaborasi. Kadin berkaitan erat dengan pengembangan berbagai sektor ekonomi. Kadin berisikan pengusaha nasional kelas kakap dan pengusaha daerah yang berperan strategis dalam pemulihan ekonomi.

“Kalau, misal, menteri-menteri sangat aktif mendukung salah satu calon secara terbuka, tentu dalam pertarungan head to head Pak Arsjad Rasjid dan Pak Anindya Bakrie sebagai caketum Kadin, bisa jadi ada pihak yang kemudian tidak enak hati, ada gerbong pengusaha yang kurang sreg,” ujarnya.

Hal ini membuat relasi kementerian dan pihak-pihak tersebut renggang. Padahal, semuanya adalah para pelaku usaha yang berperan dalam pemulihan ekonomi, dan perlu diajak kolaborasi oleh kementerian.

Oleh karena itu, Mufti menyarankan, agar para menteri untuk lebih halus dalam memainkan dukungan kepada salah satu caketum Kadin. Dia memahami, bahwa dukung-mendukung dalam organisasi tidak haram dilakukan seorang menteri, namun porsi-nya harus pas.

“Tolong lebih halus dalam bermain. Jangan sampai mengganggu fokus kerja dengan ikut keliling daerah, dan jangan dicampur kunjungan kerja dan kampanye caketum Kadin,” ucap-nya.

Dia menjelaskan, cukuplah mengirim sinyal-sinyal dukungan, dan hadiri semacam seminarnya caketum Kadin di Jakarta, agar setelah itu bisa kerja lagi.

sumber : Antara

Most Popular

Bareskrim Kumpulkan Bahan Terkait Parpor Palsu Adelin Lis

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Keimigrasian guna mengumpulkan bahan terkait dugaan tindak pidana paspor palsu yang digunakan oleh burunon...

10 RT di DKI Ditetapkan Sebagai Zona Merah Covid

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperbarui data zona pengendalian virus Corona di tingkat rukun tetangga (RT) se-Ibu Kota.  Pemprov menetapkan 10 RT sebagai zona merah Covid-19. Berdasarkan data...

Dua Satwa Ikonik Kenya Mati dalam Dua Tahun

  REPUBLIKA.CO.ID, NAIROBI -- Scarface, salah satu singa paling terkenal dan ikonik di cagar alam nasional Kenya, mati 11 Juni saat dia menjadi raja hutan itu. Scarface, dinamai demikian karena bekas...

Santri Bima Madani Bogor Sembuh Covid-19 Terus Bertambah 

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR— Santri di Pondok Pesantren Bima Madani Kota Bogor, Jawa Barat, yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 sampai Sabtu (19/6), bertambah 16 orang sehingga seluruhnya menjadi 40 orang dari...

Recent Comments