8.5 C
New York
Tuesday, August 3, 2021
Home Uncategorized Bareskrim Kumpulkan Bahan Terkait Parpor Palsu Adelin Lis

Bareskrim Kumpulkan Bahan Terkait Parpor Palsu Adelin Lis

Bareskrim Polri mengumpulkan bahan terkait dugaan paspor palsu Adelin Lis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Keimigrasian guna mengumpulkan bahan terkait dugaan tindak pidana paspor palsu yang digunakan oleh burunon Adelin Lis.

“Kami tengah mengumpulkan bahan-bahan terkait dugaan penggunaan data palsu buronan Adelin Lis, sedang dilaksanakan komunikasi dengan Ditjen Imigrasi,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadisaat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (22/6).

Data-data yang hendak dikumpulkan oleh penyidik seperti di mana paspor tersebut diproses dan bagaimana prosesnya penerbitannya. Selain itu, untuk memudahkan penyelidikan, Dit Tipidum Bareskrim Polri juga berkoordinasi dengan Atase Polri yang bertugas di Singapura. 

Mengingat Adelin Lis ditangkap karena penggunaan paspor palsu di Singapura. “Tim Bareskrim memang sudah menjalin komunikasi dengan Atpol Singapura,” ujar Andi.

Sebelumnya diberitakan, usai dipulangkannya terpidana pembalakan liar Adelin Lis dari Singapura ke Jakarta, Dit Tipidum Bareskrim Polri mengusut penggunaan paspor palsu oleh buronan terpidana Adelin Lis atas nama Hendro Leonardi yang dipakai saat buron di Singapura. Adelin Lin ditangkap oleh Pemerintah Singapura karena penggunaan paspor palsu atas nama Hendro Leonardi dan hukum denda 14.000 dollar Singapura atau sekitar Rp140 juta, dan dideportasi dari Singapura.

Kedutaan Besar RI di Singapura kemudian menyampaikan berita faksimili (brafax) kepada Jaksa Agung perihal proses hukum WNI atas nama Hendro Leonardi dengan dakwaan pemalsuan identitas atas nama Adelin Lis. Lalu pada 8 Maret 2021, dari hasil koordinasi Atase Polri dengan Mabes Polri dan Polda Sumatera Utara, diperoleh hasil bahwa Adelin Lis merupakan WNI dan merupakan DPO Penyidik Polda Sumatera Utara.

Adelin Lis juga masuk ke dalam red notice Interpol No. A-2671/1-12007, tanggal 19 November 2007 dan belum kedaluwarsa. Kejaksaan Agung membawa Adelin Lis dari Singapura ke Jakarta pada Sabtu (19/6), untuk langsung menjalani eksekusi atas vonis hukuman yang dijatuhkan oleh Mahkamah Agung.

Mahkamah Agung menjatuhkan hukum kepada Adelin dipidana 10 tahun penjara, denda 1 miliar rupiah, dan uang penganti Rp199,8 miliar dan reboisasi 2,938 juta dollar AS. Adelin Lis ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba, cabang Kejaksaan Agung. Sebelum menjalani pidana penjara dan denda, Adelin Lis terlebih dahulu menjalani isolasi sesuai protokol kesehatan Covid-19 selama 14 hari.

sumber : Antara

Most Popular

Wisatawan Dievakuasi Saat Kebakaran Melanda Pesisir Turki

REPUBLIKA.CO.ID, TURKI — Kebakaran hutan masih melanda kota-kota resor di pesisir barat daya dan selatan Turki dan memaksa dilakukannya evakuasi di beberapa desa dan fasilitas wisata. Kobaran api di Distrik Manavgat...

Pegunungan Shada, Objek Wisata Populer di Arab Saudi

IHRAM.CO.ID,RIYADH -- Pegunungan Sarawat, khususnya pegunungan Shada di Baha merupakan daya tarik wisata yang populer di Kerajaan. Gunung-gunung sering diselimuti kabut, hal ini karena uap air dari Laut Merah. Pengunjung...

Daya Tarik Pegunungan Shada di Arab Saudi

IHRAM.CO.ID,  RIYADH -- Pegunungan Sarawat, khususnya pegunungan Shada di wilayah Baha adalah daya tarik wisata yang populer di Kerajaan Arab Saudi. Gunung-gunung itu nampak menawan karena sering diselimuti kabut...

Peribadatan Berjamaah Dilarang di Kalsel Selama PPKM LeveL 4

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kalimantan Selatan melarang pengelola tempat ibadah mengadakan peribadatan atau kegiatan keagamaan berjamaah selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level4 di Kota...

Recent Comments