8.5 C
New York
Friday, October 23, 2020
Home Uncategorized Pengesahan Bermutu, Pendidikan Bermutu

Pengesahan Bermutu, Pendidikan Bermutu

Ada empat faktor yang menjadikan terciptanya akreditasi bermutu.

REPUBLIKA. CO. ID, Oleh Tatang Sunendar*

Slogan “akreditasi bermutu, pendidikan bermutu” adalah komitmen Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M). Menjadi kesadaran terdalam seluruh pimpinan di tingkat was-was hingga provinsi dan kabupaten kota. Terpampang di player maupun dokumen, misalnya bahan membawa yang dikeluarkan oleh BANS/M.

Slogan itu sangat memikat karena menggambarkan bentuk pertanggungjawaban BAN S/M untuk berkontribusi dalam memajukan mutu pendidikan di Indonesia. JALAN S/M merupakan badan evaluasi sendiri yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Pola Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. Bertugas menetapkan kelayakan rencana dan/atau satuan pendidikan jenjang pelajaran dasar dan menengah jalur legal dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Tersedia empat faktor yang menjadikan terciptanya akreditasi bermutu yaitu perangkat akreditasi, pelaksanaan, asesor dan sekolah baik. Perangkat akreditasi adalah instrumen dengan digunakan dalam akreditasi. Pelaksana merupakan organisasi yang terlibat dalam penjelmaan akreditasi seperti BAN S/M, JALAN S/M Provinsi serta Koordinator Pengelola Akreditasi (KPA) tingkat kabupaten/kota dengan melaksanakan kegiatan akreditasi bagi sekolah yang habis masa berlaku sertifat akreditasinya, maupun sekolah yang belum pernah diakreditasi.

Asesor adalah sesorang yang ditugaskan buat melaksanakan visitasi saat kegiatan akreditasi yang belangsung. Sekolah yang diakreditasi merupakan sasaran yang menjadi bahan akreditasi. Sekolah ini bisa merupakan sekolah yang baru maupun yang telah habis masa berlakunya sertfikat akreditasi.

Unit Akreditasi

Dibanding keempat faktor tersebut, penulis tergiring pada faktor perangkat akreditasi memikirkan beberapa waktu yang lalu mendapatkan sosialisasi perubahan perangkat akreditasi. JALAN S/M sudah mengubah perangkat akreditasi yang mengedepankan perbaikan kualitas dengan terus menerus terkait kinerja sekolah (performance).

Perangkat akreditasi yang diubah mencakup tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK dan SLB. Perangkat akreditasi yang baru disebut sebagai Instrumen Akreditasi Satuan Pelajaran (IASP), diluncurkan tahun 2020, disebut IASP 2020.

Modifikasi perangkat yang dilakukan BAN S/M sangat signifikan, karena mengedepankan kaidah perbaikan kualitas secara terus menerus terkait kinerja sekolah ( performance ). Sedangkan untuk pemenuhan aspek administrasi ( compliance ), akan memanfaatkan data pokok pendidikan baik di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun di Kementerian Agama.

Sebelumnya perangkat akreditasi tahun 2017 menggunakan prinsip pemenuhan aspek tata laksana (compliance ) yang mengacu pada delapan standar nasional pendidikan sehingga jumlah butir item perangkat akreditasi melebihi seratus biji item indikator yang diambil indikator delapan standar nasional pendidikan.

Pada IASP 2020, set akreditasi kurang lebih tiga persepuluhan satu butir yang dikelompokan menjadi empat komponen. Terdiri dari nilai lulusan, proses pembelajaran, mutu instruktur dan manajeman sekolah. Jumlah poin komponen mutu lulusan 14 yang terdiri atas 11 butir inti dan, 2 butir untuk ciri SMK. Satu butir untuk ciri SLB.

Jumlah bagian komponen proses belajar ada 10 dengan terdiri atas 7 butir inti dan, 2 butir untuk kekhususan SMK. Satu butir untuk ciri SLB. Sementara itu, jumlah bagian komponen mutu guru ada 6 yang terdiri atas 4 butir inti dan, 2 butir buat kekhususan SMK. Jumlah butir bagian Manajemen Sekolah/Madrasah ada 20 yang terdiri atas 13 butir inti dan, 4 butir untuk kekhususan SMK, 3 butir untuk ciri SLB.

Posisi Sentral Kepala Sekolah

Mencermati empat komponen IASP 2020, menunjukan peran sentral Kepala Sekolah dalam mengelola sekolah. Peristiwa ini ditunjukan dengan komponen manajemen sekolah terdiri dari 20 bagian atau hampir 60 persen lebih dari butir secara keseluruhan. Sebab akreditasi mengacu pada prinsip penilaian kinerja sekolah, maka Kepala Madrasah hendaknya mengembangkan kepemimpinan pembelajaran ( instructional leadership ) yang mempunyai 12 dimensi kepemimpian pembelajaran yaitu: (1) Mengartikulasikan pentingnya visi, misi, dan tujuan sekolah yang menekankan pada pembelajaran, (2) Mengarahkan dan membimbing pengembangan kurikulum, (3) Membimbing pengembangan dan pemeriksaan proses belajar mengajar yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran serta pengelolaan kelas, (4) Menilai kinerja guru dan mengembangannya, (5) Membangun komunitas pembelajaran, (6) Menerapkan kepemimpinan visioner dan situasional, (7) Melayani kegiatan siswa, (8) Melakukan perbaikan secara terus-menerus, (9) Menerapkan karakteristik kepala sekolah efektif, (10) Memotivasi, mempengaruhi, dan mendukung prakarsa, kreativitas, inovasi, dan inisiasi perluasan pembelajaran, (11) Membangun tim yang kompak, dan (12) Menginspirasi.

Dengan kepemimpinan pembelajaran yang dikembangkan oleh Kepala Sekolah, oleh karena itu akan tercipta budaya mutu di sekolah tersebut. Sehingga sekolah jadi ekosistem pendidikan yang terdiri lantaran peserta didik, guru, kepala madrasah, tenaga kependidikan serta orang usang akan menghasilkan interaksi yang meyakinkan. Dengan interaksi positif akan menimbulkan rasa tanggung jawab yang gembung untuk mengelola sekolah sehingga prestasi peserta didik akan meningkat.

Apapun inovasi dan bentuk intervensi pada sekolah ujung-ujungnya, kalau menurut istilah Mas Menteri, adalah prestasi peserta didik yang menyusun. Maka dengan pendekatan akreditasi dengan mengembangkan prinsip peningkatan kinerja, diasumsikan akan melahirkan sekolah yang berbudi mutu sehingga menjadi sekolah unggul dari berbagai aspek. Maka Slogan akreditasi yang bermutu menuju sekolah yang bermutu akan tercapai. Semoga.

*Penulis adalah Anggota BAN S/M Provinsi Jawa Barat, Widyaiswara Sempurna Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Barat.

Most Popular

Gubernur Jabar Tinjau Simulasi Vaksinasi Covid-19 di Depok

REPUBLIKA. CO. ID,   DEPOK -- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, didampingi Pjs Wali Kota Depok, Dedi Supandi, meninjau kegiatan simulasi vaksin Covid-19 di Puskesmas Tapos, Kota Depok, Kamis (22/10). Selain itu, mereka...

Berkali-Kali Jatuh dari Sepeda, Wulan Guritno tak Kapok

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA -- Sejak duduk dalam bangku SMP, Wulan Guritno sudah hobi berolahraga. Perempuan yang saat ini dikenal sebagai aktris dan cara itu melakukannya demi kesehatan, tidak karena ingin mencapai...

Ini Mengapa KPU Bawaslu Harus Oleh sebab itu Wasit Super Tegas

REPUBLIKA. CO. ID, oleh Mimi Kartika, Dessy Suciati SaputriPelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) tak hanya penuh kekhawatiran akan pengingkaran protokol kesehatan. Pelanggaran ketentuan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada juga...

Seekor Harimau Sumatera Ditemukan Terjerat dalam Gayo Lues

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA -- Seekor harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) ditemukan terjerat di kawasan hutan Kecamatan Terbangun, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Harimau tersebut terperangkap dalam jeratan berbentuk kumparan. "Harimau itu jenis...

Recent Comments


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/helpmetosleep/public_html/wp-includes/functions.php on line 4669