8.5 C
New York
Thursday, November 26, 2020
Home Uncategorized PMI Latih Santri di Jember Meracik Disinfektan

PMI Latih Santri di Jember Meracik Disinfektan

Kegiatan ini dilakukan agar pihak pesantren bisa melakukan disinfeksi secara mandiri.

REPUBLIKA. CO. ID, JEMBER — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember, Jawa Timur, melatih santri dan pengurus jambar pesantren meracik cairan disinfektan. Disinfektan yang dibuat sesuai prosedur operasional standar agar aman digunakan era penyemprotan.

Pelatihan yang dikasih oleh PMI bertujuan agar para-para santri maupun pengurus ponpes tidak hanya bisa menyemprot disinfektan atau disinfeksi, tetapi juga membuatnya. “Supaya ke depannya disinfeksi bisa dikerjakan secara mandiri, ” kata Kepala PMI Kabupaten Jember EA Zaenal Marzuki, Kamis (25/6).

Menurut dia, pencegahan dan cara memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di seluruh lembaga pendidikan khususnya ponpes dilakukan secara bertahap dan dilakukan secara terus menerus. Agar program ini berjalan secara rutin, PMI Kabupaten Jember melibatkan santri yang dilatih bagaimana cara penerapan alat penyemprotan hingga tata jalan mencampur cairan desinfektan. Harapannya disinfeksi dapat dilakukan secara rutin.

Selain itu, pihaknya selalu telah menyalurkan bantuan alat berupa alat semprot ( hand sprayer ) dan cairan disinfektan ke sejumlah ponpes. Dengan begitu, ke depannya penyemprotan mampu dilakukan sendiri tanpa menunggu pihak lain.

PMI Kabupaten Jember hanya menyerahkan peralatan semprot dan cairan disinfektan ke ponpes hasil asesmen. Jumlah ketersediaan bagian bantuan terbatas, padahal jumlah ponpes yang ada di Kabupaten Jember banyak. Menurut data Kementerian Agama mencapai 308 ponpes.

Menurut Zaenal, disinfeksi pada umum baru menjadi kebutuhan mutlak khususnya untuk ponpes untuk mencegah penyebaran dan meminimalisasikan penularan Covid-19. “Apalagi saat ini aktivitas kembali dibuka dan mulai menerima pendaftaran santri baru, ” kata dia.

Zaenal mengatakan pengasuh serta pengurus ponpes mempunyai peranan penting dalam pencegahan penyebaran virus dengan bisa menyebabkan kematian ini. Apalagi kiai merupakan sosok panutan seluruh santri yang merupakan ciri khas ponpes sehingga menjadi tokoh sentral dalam penegakan pelaksanaan protokol kesehatan.

Koordinator Humas PMI Kabupaten Jember Ghufron Eviyan Efendi mengatakan pencegahan lainnya juga bisa dilaksanakan melalui perangkat struktur pengurus sebagai pelaksana teknis. Mulai sebab penyusunan regulasi disesuaikan dengan aturan kesehatan hingga fungsi pengawasan.

“Target kami (PMI) seluruh fasilitas ponpes mendapatkan dekontaminasi, sebelum santri memulai aktivitas, ” kata dia.

sumber: Antara

Most Popular

Venue Akuatik Olimpiade Tokyo Diresmikan

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA --  Gubernur Tokyo Yuriko Koike secara resmi membuka venue akuatik yang akan digunakan buat Olimpiade tahun depan, Sabtu (24/10). Dilansir Reuters, Sabtu (24/10), peresmian venue akuatik seharusnya dilakukan dalam...

Transportasi Pelanggar Protokol Kesehatan Dikenai Hukuman

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA -- Gajah Perhubungan Budi Karya Sumadi menguatkan akan menyiapkan sanksi bagi operator transportasi yang tidak mematuhi aturan kesehatan saat operasional libur lama Oktober 2020. Dia menegaskan, Kemenhub...

Gubernur Jabar Tinjau Simulasi Vaksinasi Covid-19 di Depok

REPUBLIKA. CO. ID,   DEPOK -- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, didampingi Pjs Wali Kota Depok, Dedi Supandi, meninjau kegiatan simulasi vaksin Covid-19 di Puskesmas Tapos, Kota Depok, Kamis (22/10). Selain itu, mereka...

Berkali-Kali Jatuh dari Sepeda, Wulan Guritno tak Kapok

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA -- Sejak duduk dalam bangku SMP, Wulan Guritno sudah hobi berolahraga. Perempuan yang saat ini dikenal sebagai aktris dan cara itu melakukannya demi kesehatan, tidak karena ingin mencapai...

Recent Comments


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/helpmetosleep/public_html/wp-includes/functions.php on line 4673