8.5 C
New York
Friday, October 23, 2020
Home Uncategorized Kemenkop Gandeng Startup Pangan Dorong Digitalisasi UMKM

Kemenkop Gandeng Startup Pangan Dorong Digitalisasi UMKM

Kemenkop mengecap jumlah pelaku UMKM yang terdigitalisasi baru 13 persen

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Kementerian Koperasi dan Cara Kecil Menengah menggandeng 8 startup sektor pangan sebagai upaya mendorong digitalisasi UMKM sehingga lebih penuh yang terhubung ke ekosistem digital.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan saat tersebut jumlah pelaku UMKM yang telah masuk dalam jaringan daring terakhir sebanyak 8 juta atau sepadan 13 persen dari total UMKM di Indonesia. “Dari 8 juta pelaku UMKM tersebut hanya beberapa kecil yang bergerak di sektor pangan. Dan jumlah pelaku daya di sektor pangan yang sudah terhubung ke dalam ekosistem digital, juga masih sangat rendah, ” katanya, Kamis (16/7).

Sementara itu Food and Agricuture Organization (FAO) sebelumnya memperkirakan bahwa dunia termasuk Indonesia akan menemui krisis pangan dalam beberapa tahun ke depan.

Merespons hal itu, Teten menjalin kegiatan sama dengan para startup digital untuk membantu pelaku UMKM di sektor pangan agar bisa bertambah produktif.

Hal itu diperlukan agar ancaman krisis bertabur yang sewaktu-waktu bisa melanda mampu diminimalisir dampaknya atau dapat dicegah.

Teten menggandeng delapan startup digital yang bergerak di sektor pangan untuk membantu karakter UMKM terhubung ke ekosistem digital.

Sebanyak 8 startup yang diajak bekerja sama di antaranya Tanihub, Ternaknesia, Aruna, Hara, Natural, Modal Rakyat, Sayur Box, & Ekosis. Diharapkan dengan cara itu bisa mempercepat sistem dan ikatan pasok pelaku UMKM nasional yang memiliki usaha di sektor pertanian, perkebunan atau perikanan.

“Dengan aplikasi digitalnya akan menjelma agregator dari produk petani dengan berlahan sempit dan nelayan mungil. Mereka akan agregasi semua tersebut sehingga bisa masuk dalam skala bisnis dan mereka bangun ikatan perdagangan yang lebih baik, ” ujar Teten.

Teten menjelaskan dalam diskusi tersebut hendak disusun timeline kegiatan yang melekat untuk digitalisasi UMKM, pelatihan SDM KUMKM, teknologi pembiayaan dan digital marketing.

Ia menambahkan kegiatan ini akan fokus pada sektor produksi, seperti ketahanan bertabur (pertanian, perikanan, peternakan) akan didorong untuk bermitra dengan platform, bagaikan tanihub, ekosis, sayurbox, aruna dan hara. Untuk fintech akan didorong untuk bermitra dengan platform seolah-olah modal rakyat, Alami dan maklumat sejenis lainnya.

“Selain untuk mendorong pelaku UMKM dalam sektor pangan masuk dalam ekosistem digital, upaya kerja sama tersebut juga diharapkan dapat memberikan makna bagi pelaku UMKM berupa penambahan kesejahteraan, ” ujar Teten.

Di sisi lain, kegiatan sama ini juga diharapkan ke depannya bisa menjamin kebutuhan bertabur nasional tetap tercukupi dari penerapan dalam negeri.

“Tadinya produk UMKM yang tidak efisien kami masukkan ke ekosistem digital, sekarang dia sudah terhubung dengan market di dalam dan luar negeri. Mereka juga punya pertolongan pembiayaan, dan kembangkan pelatihan, ” sambung Teten.

Teten menegaskan bahwa selama ini petani gurem Indonesia tidak pernah tenteram karena selain luas tanah garapannya sempit yang berujung pada minimnya jumlah produksi, juga terkendala dengan modal kerja. Sementara saat mau melakukan akses pembiayaan ke institusi keuangan terkendala dengan kolateral dan prospek bisnis yang minim.

Oleh sebab itu, Teten mendorong agar petani-petani atau nelayan kecil bisa bergabung dalam sebuah koperasi dan membangun usahanya dengan bersama-sama sehingga nilai kapitalisasinya lebih besar. Dengan cara itu, oleh karena itu akan sangat mudah bagi karakter UMKM untuk mendapatkan akses pembiayaan.

“Ini nanti mereka akan bikin team work biar kita bisa saling kolaborasi sebab mereka udah punya aplikasi digital dan market digital. Pemerintah tak harus masuk di situ, kami ingin jadi bagian menjadi support sistemnya, ” tukas Teten.

Sementara itu, VP of Corporate Services Tanihub, Astri Penuh Sari, mengatakan pihaknya siap mengabulkan kolaborasi dengan pemerintah dalam memajukan UMKM nasional di sektor pertanian.

Tanihub dan tujuh startup lainnya sudah menyatakan janji bersama untuk terus melakukan pendampingan terhadap UMKM di sektor tersebut dengan menghubungkan langsung pada market.

“Banyak UMKM kita masih melakukan bisnis prosesnya secara manual dan belum terintegrasi di dalam satu sistem, makanya kami semua di sini bersama-sama membuat supaya pertanian di Indonesia jadi tuan rumah di negeri sendiri, ” ujar Astri.

Menurutnya, zona pertanian di Indonesia memiliki pangkal yang cukup kuat untuk mampu dikembangkan namun harus dibentuk ekosistem yang terintegrasi dari hulu had hilir.

Dikatakan Astri bahwa selama ini sektor desa dan hilir pertanian nasional masih terpisah sehingga cukup sulit buat memajukan sektor ini. Oleh pokok itu, dengan digitalisasi UMKM diharapkan bisa mempercepat upaya pengembangan sektor pertanian sehingga ancaman krisis bertabur bisa dihindarkan.

“Tugas kita sekarang adalah mempercepat seluruh proses tersebut dengan sistem digital. Jadi, dengan dukungan pemerintah kita berharap apa yang kami kerjakan bisa berjalan lebih baik buat pertanian Indonesia secara keseluruhan, ” kata Astri.

sumber: Antara

Most Popular

Gubernur Jabar Tinjau Simulasi Vaksinasi Covid-19 di Depok

REPUBLIKA. CO. ID,   DEPOK -- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, didampingi Pjs Wali Kota Depok, Dedi Supandi, meninjau kegiatan simulasi vaksin Covid-19 di Puskesmas Tapos, Kota Depok, Kamis (22/10). Selain itu, mereka...

Berkali-Kali Jatuh dari Sepeda, Wulan Guritno tak Kapok

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA -- Sejak duduk dalam bangku SMP, Wulan Guritno sudah hobi berolahraga. Perempuan yang saat ini dikenal sebagai aktris dan cara itu melakukannya demi kesehatan, tidak karena ingin mencapai...

Ini Mengapa KPU Bawaslu Harus Oleh sebab itu Wasit Super Tegas

REPUBLIKA. CO. ID, oleh Mimi Kartika, Dessy Suciati SaputriPelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) tak hanya penuh kekhawatiran akan pengingkaran protokol kesehatan. Pelanggaran ketentuan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada juga...

Seekor Harimau Sumatera Ditemukan Terjerat dalam Gayo Lues

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA -- Seekor harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) ditemukan terjerat di kawasan hutan Kecamatan Terbangun, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Harimau tersebut terperangkap dalam jeratan berbentuk kumparan. "Harimau itu jenis...

Recent Comments


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/helpmetosleep/public_html/wp-includes/functions.php on line 4669