8.5 C
New York
Friday, October 23, 2020
Home Uncategorized Resmi Masuk Pasar China, J&T Express Yakin Bisa Bertahan

Resmi Masuk Pasar China, J&T Express Yakin Bisa Bertahan

Pangsa pasar jasa pengiriman dalam China mencapai 220 juta pengiriman per hari.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Perusahaan jasa pengiriman yang fokus layani e-commerce J& T Express sah masuk pasar China sejak Maret 2020. J& T Express mengaku optimistis bisa bertahan di negeri tirai bambu itu.

“Kami tidak bilang jadi dengan gede di China tapi bahasanya, bagaimana bisa survive, ” introduksi CEO J& T Express Robin Lo dalam acara virtual di Jakarta, Selasa (25/8).

Pasar China juga disebut Robin menjadi pasar paling besar pada dunia. Dibandingkan Indonesia yang bagian pengiriman sekitar 4 juta pengiriman per hari, di China mencapai 220 juta pengiriman per hari.

Dengan pasar sejumlah itu, Robin meyakini masih ada peluang yang bisa digarap perusahaan yang telah menginjak usia lima tahun itu.

“Di sana ada lima perusahaan pengiriman yang sudah cukup raksasa. Di antara perusahaan raksasa dan pasar dengan begitu besar, masih ada tertinggal pasar kecil yang tidak diambil pemain besar itu. Itu cara kami masuk ke China, kita ambil pelanggan yang tidak digarap pemain raksasa, ” katanya.

Menurut Robin, cara itu pulalah yang awalnya ia terapkan di Indonesia. Dengan pesatnya jalan e-commerce, mana pihaknya mengambil peluang dari pelanggan kecil yang tak dimanfaatkan pemain besar

“Karena perkembangan e-commerce begitu segera, otomatis perusahaan logistik besar tidak sanggup menangani yang kecil sebab mengutamakan yang besar. Kami cukup perbaiki layanan, pelanggan senang dan saya yakin yang kecil itu akan jadi besar. Jadi tidak peduli di negara manapun tersedia kesempatan seperti itu, ” katanya.

Selain di Nusantara, J& T Express saat tersebut telah beroperasi di Malaysia, Vietnam, Filipina, Thailand, Singapura, Kamboja dan China.

Meski telah merambah pasar ASEAN plus China, Robin mengaku kontribusi pendapatan memutar besar tetap berasal dari operasional di Indonesia. Ia menyebut secara rasio, perbandingan kontribusi Indonesia serta negara lainnya yakni sekitar 50: 50.

Ia pula mengungkapkan tantangan yang dihadapi masa mulai ekspansi bisnis, mulai daripada kondisi lingkungan, kebijakan pemerintah maka budaya yang berbeda. “Termasuk gaya, tipikal belanja atau e-commerce yang beda. Tiap masuk negara dengan baru kita optimalisasi pekerja lokal agar bisa adaptasi dengan kedudukan yang ada, ” pungkas Robin.

sumber: Kurun

Most Popular

Gubernur Jabar Tinjau Simulasi Vaksinasi Covid-19 di Depok

REPUBLIKA. CO. ID,   DEPOK -- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, didampingi Pjs Wali Kota Depok, Dedi Supandi, meninjau kegiatan simulasi vaksin Covid-19 di Puskesmas Tapos, Kota Depok, Kamis (22/10). Selain itu, mereka...

Berkali-Kali Jatuh dari Sepeda, Wulan Guritno tak Kapok

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA -- Sejak duduk dalam bangku SMP, Wulan Guritno sudah hobi berolahraga. Perempuan yang saat ini dikenal sebagai aktris dan cara itu melakukannya demi kesehatan, tidak karena ingin mencapai...

Ini Mengapa KPU Bawaslu Harus Oleh sebab itu Wasit Super Tegas

REPUBLIKA. CO. ID, oleh Mimi Kartika, Dessy Suciati SaputriPelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) tak hanya penuh kekhawatiran akan pengingkaran protokol kesehatan. Pelanggaran ketentuan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada juga...

Seekor Harimau Sumatera Ditemukan Terjerat dalam Gayo Lues

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA -- Seekor harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) ditemukan terjerat di kawasan hutan Kecamatan Terbangun, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Harimau tersebut terperangkap dalam jeratan berbentuk kumparan. "Harimau itu jenis...

Recent Comments


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/helpmetosleep/public_html/wp-includes/functions.php on line 4669