8.5 C
New York
Thursday, November 26, 2020
Home Uncategorized Transportasi Pelanggar Protokol Kesehatan Dikenai Hukuman

Transportasi Pelanggar Protokol Kesehatan Dikenai Hukuman

Kemenhub akan menunggui transportasi saat libur panjang.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan akan menyiapkan sanksi bagi operator transportasi dengan tidak mematuhi protokol kesehatan saat operasional libur panjang Oktober 2020. Dia menegaskan, Kemenhub akan mengundang semua operator, Polri, dan stakeholders yang lain untuk mengamankan libur panjang akhir Oktober 2020.

“Kehati-hatian kita dari segala sesuatunya kudu dilakukan cermat dan sesuai ketentua. Apabila tidak, sesuai dengans ektor masing-masing akan ada sanksi dilakukan, ” kata Budi dalam konferensi video, Jumat (23/10).

Dia menegaskan hal tersebut menetapkan dilakukan karena saat perjalanan betul berpotensi dalam penularan Covid-19. Untuk itu, Budi menegaskan, protokol kesehatan baik di sektor transportasi serta tempat wisata harus diterapkan secara baik.

“Saya bakal kumpulkan seluruh dinas perhubungan di seluruh Indonesia. Kami juga mau kehati-hatian ini akan dilakukan datang ke seluruh daerah di Indonesia, ” ungkap Budi.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan untuk memastikan keamanan transportasi saat libur panjang, tetap memperketat sesuai susunan dari Gugus Tugas Covid-19. Novie menegaskan, operasional pesawat akan dibatasi tetap 70 persen dari daya.

“Kami juga rutin cek perawatan pesawat dari bagian keamanan dan kesehatan jadi mampu dikatakan dapat kita jamin, ” ujar Novie.

Novie menambahkan, semua pesawat yang berfungsi juga sudah menggunakan teknologi HEPA. Novie menuturkan, 80 persen diantaranya teknologi tersebut dibuat pada 2000 sehingga sangat sesuai untuk digunakan saat pandemi.

Tengah itu, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri menegaskan penerapan kapasitas maksimal untuk kereta jarak jauh dan andong rel listrik juga akan tetap dilakukan. Zulfikri mengatakan, kapasitas diatur agar terjadi penerapan jaga jarak fisik di dalam operasional transportasi.

“Okupansi kereta jeda jauh maksimal masih sesuai Tulisan Edaran Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2020 sebesar 70 upah, ” jelas Zulfikri.

Selain itu, agar tidak ada penumpukan saat lonjakan penumpang, Zulfikri mengatakan sudah menyiapkan kereta persediaan di beberapa stasiun. Selain itu juga menambah petugas keamanan dalam stasiun maupun di dalam kereta api untuk memperketat protokol kesehatan tubuh.

Tak hanya itu, Zulfikri memastikan PT Kereta Obor Indonesia (KAI) juga menambah penjelajahan kereta. “Rencananya pada 28 Oktober 2020 ada 80 frekuensi & pada 1 November ada 95 frekuensi, ” tutur Zulfikri.

Most Popular

Venue Akuatik Olimpiade Tokyo Diresmikan

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA --  Gubernur Tokyo Yuriko Koike secara resmi membuka venue akuatik yang akan digunakan buat Olimpiade tahun depan, Sabtu (24/10). Dilansir Reuters, Sabtu (24/10), peresmian venue akuatik seharusnya dilakukan dalam...

Transportasi Pelanggar Protokol Kesehatan Dikenai Hukuman

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA -- Gajah Perhubungan Budi Karya Sumadi menguatkan akan menyiapkan sanksi bagi operator transportasi yang tidak mematuhi aturan kesehatan saat operasional libur lama Oktober 2020. Dia menegaskan, Kemenhub...

Gubernur Jabar Tinjau Simulasi Vaksinasi Covid-19 di Depok

REPUBLIKA. CO. ID,   DEPOK -- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, didampingi Pjs Wali Kota Depok, Dedi Supandi, meninjau kegiatan simulasi vaksin Covid-19 di Puskesmas Tapos, Kota Depok, Kamis (22/10). Selain itu, mereka...

Berkali-Kali Jatuh dari Sepeda, Wulan Guritno tak Kapok

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA -- Sejak duduk dalam bangku SMP, Wulan Guritno sudah hobi berolahraga. Perempuan yang saat ini dikenal sebagai aktris dan cara itu melakukannya demi kesehatan, tidak karena ingin mencapai...

Recent Comments


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/helpmetosleep/public_html/wp-includes/functions.php on line 4673